Jumat, 18 April 2014

News / Megapolitan

Unjuk Rasa di Bundaran HI Berakhir Ricuh

Senin, 26 Desember 2011 | 14:52 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa yang dilakukan seratusan mahasiswa dan pemuda asal Bima di Bundaran HI, Senin (26/12/2011) berakhir ricuh. Kericuhan terjadi ketika massa aksi yang hendak membakar spanduk bertuliskan `Copot Kapolri` dicegah aparat kepolisian. Akibatnya, aksi saling tarik-menarik spanduk antara massa dan aparat kepolisian pun tak terhindarkan.

Para pengunjuk rasa yang mulai melakukan aksinya sejak pukul 11.00, berniat membakar spanduk yang dibawanya. Melihat gelagat itu, aparat kepolisian yang berjaga-jaga mulai mendekati dan mencegah aksi bakar spanduk tersebut.

Aksi saling tarik pun tak terhindarkan. Namun kemudian, aparat kepolisian berhasil merebut spanduk dari massa aksi. Melihat atributnya direbut, para pengunjuk rasa sempat emosi dan meminta polisi mengembalikan spanduk tersebut.

Namun, teriakan dan permintaan pengunjuk rasa tak dihiraukan, dan petugas tetap berlalu mengambil spanduk tersebut. Sebelum aksi tarik menarik terjadi, para pengunjuk rasa juga sempat memblokade ruas jalan di Bundaran HI. Akibatnya, arus lalu lintas dari Jalan MH Thamrin menuju Jalan Jenderal Sudirman sempat mengalami kemacetan karena jalan tertutup total. Tak hanya itu, peserta aksi juga sempat melakukan aksi duduk dan tidur di tengah jalan.

Untuk menghindari kemacetan bertambah parah, aparat kepolisian segera meminta peserta aksi membuka blokade jalan dan memecah konsentrasi massa. Upaya aparat keamanan pun membuahkan hasil hingga akhirnya jalanan kembali terbuka walaupun hanya satu ruas jalan yang dapat dilalui kendaraan.

Tak lama setelah aksi tarik-menarik terjadi, massa aksi pun kemudian membubarkan diri dengan menumpang dua unit bus Kopaja yang telah mereka sewa sebelumnya. Rencananya, mereka akan menuju kantor Komnas HAM yang terletak di Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat.


Editor : Hertanto Soebijoto
Sumber: