Selasa, 2 September 2014

News / Megapolitan

Ancol Kembangkan Wisata Konvensi

Kamis, 5 Januari 2012 | 07:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Memasuki tahun 2012, Ancol Taman Impian mengembangkan diri sebagai wisata konvensi. Ancol tak lagi hanya mengedepankan wahana permainan.

Ancol akan mengembangkan diri sebagai area wisata yang nyaman bagi pengunjung untuk jalan-jalan menikmati suasana pantai, bercengkerama, dan melakukan pertemuan.

Inovasi itu, antara lain, diwujudkan dalam area wisata baru Ancol Beach City (ABC) dan Ancol Promenade. ABC menyajikan ruang terbuka dan tertutup menghadap pantai di atas lahan seluas 5.000 meter persegi.

Pada pertengahan tahun, di area wisata ABC itu juga akan dibuka Museum Madame Tussauds yang selama ini baru ada di Bangkok, Hongkong, dan Shanghai untuk kawasan Asia.

Untuk wisata ekologi, Ancol Promenade hadir menyajikan area joging dan jalan yang cukup leluasa di sepanjang pantai timur Ancol Taman Impian. Tak seperti lintasan joging yang umumnya sempit, lintasan di Ancol ini memiliki lebar 8 meter dengan panjang 600 meter.

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya Sumadi, Rabu (4/1), mengatakan, tahun ini akan menjadi momentum bagi Ancol Taman Impian untuk lahir kembali sebagai tempat wisata yang menyajikan kenyamanan bagi pengunjungnya untuk berkumpul dan bertemu serta wisata yang mendidik bagi anak-anak.

”Ancol memang sudah menjadi tujuan wisata, tetapi kami pun dihadapkan pada kompetisi wisata yang semakin kompetitif. Karena itu, kami perlu berinovasi menciptakan Ancol sebagai ikon destinasi wisata masa depan,” paparnya.

Selain area wisata baru ABC, menurut Budi Karya, wisata konvensi itu akan dikembangkan di kawasan Putri Duyung Cottage dengan menyediakan arena pertemuan seluas 2.000 meter persegi yang dapat menampung 4.500 orang dan satu hotel baru berbintang empat. Di Ecopark Ancol juga disediakan ruang serbaguna seluas 4.200 meter persegi.

  ”Di area ABC pun telah disiapkan auditorium yang dapat menampung 18.000 orang. Auditorium itu akan digunakan sebagai arena konser internasional di dalam ruangan,” katanya.

Wisata pendidikan

Sementara itu, untuk wisata pendidikan akan dikembangkan produksi film karakter dan pertunjukan teater anak. Keduanya akan didukung seniman kreatif, seperti Mira Lesmana, dan akan menyerap pekerja seni lain sebagai penampil. Teater anak ”Laskar Pelangi”, contohnya, sudah mulai digelar di Dunia Fantasi selama dua bulan terakhir ini.

Untuk mewujudkan itu, Budi Karya mengatakan, telah dianggarkan Rp 900 miliar. ”Semua akan dilaksanakan secara terencana dan terpadu sehingga Ancol bisa semakin kuat sebagai destinasi wisata nasional,” ujarnya.

Program pengembangan wisata tahun 2012 ini, menurut Sekretaris PT Pembangunan Jaya Ancol Agus Rokhyadi, untuk mendukung pengembangan Ancol sebagai kawasan wisata terpadu dan ramah lingkungan.

Untuk mendukung pelestarian lingkungan dilakukan penataan area parkir yang telah dilakukan secara bertahap dan penyediaan lima bus wisata pengunjung. Dengan semakin tertatanya area parkir, semua pengunjung akan didorong tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi untuk berkeliling Ancol, tetapi menumpangi bus wisata yang disediakan.

Selain berinovasi menyajikan area wisata, Budi Karya menambahkan, tahun ini juga telah disiapkan departemen pemeliharaan (maintenance department) untuk mengawasi secara ketat semua wahana di Ancol Taman Impian. Upaya itu untuk meminimalkan kecelakaan pada pengunjung akibat kerusakan di wahana, seperti yang terjadi pada Tornado dan Atlantis Ancol Adventure tahun 2011.

(MDN)

Editor : Eko Hendrawan Sofyan
Sumber: