Sabtu, 1 November 2014

News / Berita

Wahhh... Ada 21 Mal Baru Bakal Hadir di Jakarta!

Rabu, 11 Januari 2012 | 12:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta boleh saja berniat membatasi mal yang ada di Ibu Kota dengan memberlakukan moratorium pembangunan mal hingga akhir tahun ini. Nyatanya, langkah ini tidak menyurutkan niat sejumlah pengembang untuk meneruskan pembangunan mal pada 2012 ini.

Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto bilang, moratorium mal tidak banyak berpengaruh karena izin sudah dikantongi pengembang sebelum peraturan dikeluarkan. Dia menghitung, tahun ini pasokan kumulatif mal di Jakarta bakal tumbuh 5,6 persen atau seluas 335.456 meter persegi (m2). Pertumbuhan yang diramalkan bahkan lebih tinggi dibanding tahun lalu, di mana pasokan bertambah 4,5 persen menjadi 5,95 juta m2.

Menurut proyeksi Colliers, selama tahun 2012 hingga 2013 di Jakarta akan ada tambahan 21 pusat perbelanjaan baru. Total luas lantainya mencapai 827.376 m2, dengan 45 persen di antaranya berada di Jakarta. Di antara pasokan mal-mal baru tersebut, separuhnya sudah melebihi 50 persen tahap konstruksi.

Colliers melansir, mal-mal yang dalam tahap konstruksi dan direncanakan diluncurkan tahun ini antara lain Kemang Village, Menteng Square, Kota Kassablanka, Pulomas X-'Venture, Ciputra World Jakarta, dan Pondok Indah Street Gallery. Kecuali Pulomas X-'Venture, sisanya masih berlokasi di Jakarta Selatan dan Pusat.

Direktur Keuangan PT Ciputra Development Tbk Tulus Santoso bilang, Ciputra World Jakarta siap diluncurkan akhir tahun ini. Ciputra World merupakan superblok yang meliputi mal, kantor, dan residensial. Nantinya, mal seluas 130.000 m2 di Ciputra World dapat diisi sekitar 300 tenant.

"Dalam membangun mal, yang paling utama adalah kondisi pasar. Kalau masih memungkinkan, tentu akan kami kejar selama masih berada dalam koridor peraturan," ujar Tulus, Selasa (10/1/2012) kemarin.

Namun, pada tahun ini Ciputra akan lebih fokus di proyek-proyek residensial yang, menurut Tulus, punya pasar residensial luas.

Senada dengan Tulus, Direktur Pemasaran Agung Podomoro Group Indra W Antono juga mengaku tidak akan mengerem pembangunan mal kendati ada moratorium. Agung Podomoro baru meluncurkan proyeknya, Kuningan City Mall, pada akhir tahun lalu.

Selain itu, Agung Podomoro juga tengah meneruskan pembangunan fasilitas perbelanjaan di kawasan residensialnya di Kalibata, yang berdiri di atas lahan seluas 60.000 ha-90.000 ha. Proyek yang ditargetkan selesai tahun depan ini bisa menampung 120 hingga 180 tenant.

Namun, sama halnya dengan Ciputra, Agung Podomoro tahun ini juga lebih fokus di residensial. Lebih lanjut, Ferry bilang, tren pembangunan strata title akan berakhir tahun ini.

"Dalam lima tahun terakhir masuk banyak strata title pada saat bersamaan sehingga sulit diserap pasar," ujarnya, Senin (9/1/2012).

Sejatinya, tren akan berganti ke mal yang menerapkan sistem sewa. Apalagi, saat ini pendanaan dari bank relatif lebih mudah.


Editor : Latief
Sumber: