Penulis : LUCKY PRANSISKA | Kamis, 12 Januari 2012 | 18:34 WIB
|
Share:
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Ribuan petani dari Sekretariat Bersama Pemulihan Hak-Hak Rakyat Indonesia (SBPHRI) merobohkan pagar samping Gedung DPR, Jakarta saat berunjuk rasa menuntut Reformasi Agraria, Kamis (12/1/2012). Mereka menuntut segera dilaksanakan reforma agraria dan mendesak pemerintah segera menghentikan perampasan tanah rakyat serta meminta TNI dan Polri menghentikan kekerasan dalam setiap konflik agraria.
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Massa dari Sekretariat Bersama Pemulihan Hak-Hak Rakyat Indonesia (SBPHRI) meblokir jalan tol dalam kota saat berunjuk rasa menuntut Reformasi Agraria, di depan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/1/2012). Mereka menuntut segera dilaksanakan reforma agraria dan mendesak pemerintah segera menghentikan perampasan tanah rakyat serta meminta TNI dan Polri menghentikan kekerasan dalam setiap konflik agraria.
KOMPAS.com —Aksi unjuk rasa ribuan petani dari Sekretariat Bersama Pemulihan Hak-hak Rakyat Indonesia (SBPHRI) di depan gedung DPR/MPR, Kamis (12/1/2012) siang, membuat para pengguna Jalan Gatot Subroto mengeluh.
Mereka terjebak kemacetan luar biasa sejak dari Cawang atau bahkan dari Tol Cikampek akibat massa pengunjuk rasa memenuhi jalan arteri Gatot Subroto di depan gedung DPR.
Para pengunjuk rasa juga merobohkan pagar samping gerbang gedung DPR. Tidak hanya itu, massa juga merusak pagar BRC pembatas jalan arteri Gatot Subroto dengan jalan tol dalam kota.
Dengan membawa pagar BRC itu, sejumlah pengunjuk rasa sempat masuk jalan tol dan menutup dua lajur kiri dan tengah ke arah Tomang. Namun, mereka kemudian dihalau kembali ke jalan arteri.