Jumat, 24 Oktober 2014

News / Megapolitan

Kekerasan Anak

Sedari Kecil, Li Kerap Disiksa Bapak Tirinya

Minggu, 15 Januari 2012 | 09:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kekerasan bagi Li (12), korban penyiksaan orangtua asuhnya (baca: Diadopsi dari Panti Asuhan, Li Disiksa Ibu Dokter), ternyata bukan cerita baru. Sejak kelas III SD, Li juga kerap disiksa oleh bapak tirinya.

"Dia sudah mengalami kekerasan sejak kelas III SD. Di situ dia dianiaya sama ayah tirinya," ungkap Sekretaris Jenderal Komite Perlindungan Anak Indonesia (Sekjen KPAI) Muhammad Ikhsan, Sabtu (14/1/2012), saat dihubungi wartawan.

Ia menceritakan bahwa latar belakang keluarga Li pada awalnya memang cukup bermasalah. Kedua orangtua kandung Li adalah pengangguran.

Ibu kandung Li pun gemar berganti pasangan dan menikah dengan tujuh pria. Dari semua hubungan itu, Li memiliki tiga saudara lain yang berbeda bapak. Dalam kesehariannya, Li kecil sering bersinggungan dengan salah satu bapak tirinya. Oleh bapak tirinya itu, Li diwajibkan mengurus adik-adiknya.

"Kalau bapak tirinya sedang ada masalah, Li biasanya jadi korban. Dia lalu disalahkan karena tidak bisa mengurus adik-adiknya," kata Ikhsan.

Selain dipukul, Li bahkan sempat digantung agar tidak bisa keluar rumah. Pada saat beranjak kelas V SD, Li kecil memutuskan kabur dari rumah. Saat itu, Li kabur bersama kakak tirinya.

Namun, dalam pelariannya, ternyata kakak Li yang bekerja sebagai buruh pabrik tidak mampu menghidupi Li. Sang kakak pun akhirnya meninggalkan Li di sebuah panti asuhan di Tangerang, Banten.


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Latief