Sedari Kecil, Li Kerap Disiksa Bapak Tirinya - Kompas.com

Sedari Kecil, Li Kerap Disiksa Bapak Tirinya

Sabrina Asril
Kompas.com - 15/01/2012, 09:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kekerasan bagi Li (12), korban penyiksaan orangtua asuhnya (baca: Diadopsi dari Panti Asuhan, Li Disiksa Ibu Dokter), ternyata bukan cerita baru. Sejak kelas III SD, Li juga kerap disiksa oleh bapak tirinya.

"Dia sudah mengalami kekerasan sejak kelas III SD. Di situ dia dianiaya sama ayah tirinya," ungkap Sekretaris Jenderal Komite Perlindungan Anak Indonesia (Sekjen KPAI) Muhammad Ikhsan, Sabtu (14/1/2012), saat dihubungi wartawan.

Ia menceritakan bahwa latar belakang keluarga Li pada awalnya memang cukup bermasalah. Kedua orangtua kandung Li adalah pengangguran.

Ibu kandung Li pun gemar berganti pasangan dan menikah dengan tujuh pria. Dari semua hubungan itu, Li memiliki tiga saudara lain yang berbeda bapak. Dalam kesehariannya, Li kecil sering bersinggungan dengan salah satu bapak tirinya. Oleh bapak tirinya itu, Li diwajibkan mengurus adik-adiknya.

"Kalau bapak tirinya sedang ada masalah, Li biasanya jadi korban. Dia lalu disalahkan karena tidak bisa mengurus adik-adiknya," kata Ikhsan.

Selain dipukul, Li bahkan sempat digantung agar tidak bisa keluar rumah. Pada saat beranjak kelas V SD, Li kecil memutuskan kabur dari rumah. Saat itu, Li kabur bersama kakak tirinya.

Namun, dalam pelariannya, ternyata kakak Li yang bekerja sebagai buruh pabrik tidak mampu menghidupi Li. Sang kakak pun akhirnya meninggalkan Li di sebuah panti asuhan di Tangerang, Banten.

PenulisSabrina Asril
EditorLatief

Terkini Lainnya

Kunjungan Deddy Mizwar Tak Mengubah Sikap Cabut Dukungan Gerindra 

Kunjungan Deddy Mizwar Tak Mengubah Sikap Cabut Dukungan Gerindra 

Regional
Sandiaga: Atlet dan Pelatih DKI Akan Terima Honor Sebelum November

Sandiaga: Atlet dan Pelatih DKI Akan Terima Honor Sebelum November

Megapolitan
Terobos ke Stasiun Radio, Seorang Pria Tusuk Penyiar di Rusia

Terobos ke Stasiun Radio, Seorang Pria Tusuk Penyiar di Rusia

Internasional
Menteri Susi Puji Tradisi Sasi dalam Merawat Alam Maluku

Menteri Susi Puji Tradisi Sasi dalam Merawat Alam Maluku

Regional
Dramatis, Tim SAR Evakuasi Pria Depresi yang Panjat Pohon Selama 10 Jam

Dramatis, Tim SAR Evakuasi Pria Depresi yang Panjat Pohon Selama 10 Jam

Regional
Bupati Purwakarta dan Ulama Peringati Hari Santri di Bawah Guyuran Hujan

Bupati Purwakarta dan Ulama Peringati Hari Santri di Bawah Guyuran Hujan

Regional
Dituntut 8 Tahun Penjara, Miryam Kecewa terhadap KPK

Dituntut 8 Tahun Penjara, Miryam Kecewa terhadap KPK

Nasional
Penyelundupan Ponsel di Rutan Cilodong, Mulai dari Dalam Bra hingga Pembalut

Penyelundupan Ponsel di Rutan Cilodong, Mulai dari Dalam Bra hingga Pembalut

Megapolitan
Jokowi: Kenapa Tidak Ada Fakultas Ekonomi Digital? Jurusannya Toko 'Online'

Jokowi: Kenapa Tidak Ada Fakultas Ekonomi Digital? Jurusannya Toko "Online"

Nasional
Tak Mau Bebani APBD, Sandiaga Ingin Pembangunan dan Perawatan Stadion BMW Pakai Dana Swasta

Tak Mau Bebani APBD, Sandiaga Ingin Pembangunan dan Perawatan Stadion BMW Pakai Dana Swasta

Megapolitan
'Sampai Kapan Kami Harus Beribadah di Dekat Toilet?'

"Sampai Kapan Kami Harus Beribadah di Dekat Toilet?"

Nasional
Sandi Mengaku Belum Bahas Janji Lepas Saham Bir Milik Pemprov DKI

Sandi Mengaku Belum Bahas Janji Lepas Saham Bir Milik Pemprov DKI

Megapolitan
Kapolri Perintahkan Jajarannya Lebih Perhatian pada Masalah Perempuan dan Anak

Kapolri Perintahkan Jajarannya Lebih Perhatian pada Masalah Perempuan dan Anak

Nasional
Usai Bunuh Anaknya dengan Diduduki, Seorang Ibu Serahkan Diri ke Polisi

Usai Bunuh Anaknya dengan Diduduki, Seorang Ibu Serahkan Diri ke Polisi

Regional
Jokowi Keceplosan Sebut Iriana Hobi Belanja 'Online'

Jokowi Keceplosan Sebut Iriana Hobi Belanja "Online"

Nasional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM