Jumat, 31 Oktober 2014

News / Megapolitan

Ferrari Malinda Masih Menunggak Rp 1,295 Miliar

Senin, 16 Januari 2012 | 17:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mobil Ferrari California bernomor polisi B 125 DEE milik Inong Malinda Dee (48) ternyata belum selesai dicicil oleh terdakwa kasus pencucian uang dan tindak pidana perbankan itu. Pihak Adira Finance yang memberikan jasa pembiayaan mengungkapkan, Malinda baru membayar cicilan selama 10 bulan dan masih memiliki tunggakan ke Adira sebesar Rp 1,295 miliar.

"Pembayaran 10 bulan melalui giro ke Adira, tetapi bulan ke-11 giro tidak bisa dikliring lagi," tutur Budi Agusta, Kepala Cabang Adira Bekasi 3, dalam kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (16/1/2012).

Budi menjelaskan, Malinda mengajukan kredit pembiayaan mobil Ferrari pada April 2010. Ia mengajukan permohonan pembiayaan sebesar Rp 3,7 miliar. Namun, setelah dilakukan analisa, pihak Adira hanya menyetujui pemberian kredit sebesar Rp 2 miliar. "Yang sudah dibayarkan 10 kali Rp 60.5000.000. Pembayaran terhenti sejak 25 Oktober 2011," kata Budi.

Sebagai jaminan pembiayaan, Malinda menyerahkan BPKB mobil mewah seharga Rp 5,35 miliar itu kepada Adira. Pengajuan pembiayaan mobil tersebut dilakukan atas nama putra Malinda, Muhammad Adhi Ramananda. Sementara pembayaran cicilan, lanjut Budi, dilakukan atas nama PT Eksklusif Jaya Perkasa (EJP), salah satu perusahaan yang dikelola Malinda.

Pihak Adira dihadirkan sebagai saksi terkait adanya temuan penggelapan dana nasabah Citigold Citibank cabang Landmark, Jakarta Selatan, yang didakwakan kepada Malinda. Salah satu pihak yang memperoleh aliran dana tersebut adalah PT EJP.

Selain itu, dalam keterangan di formulir transfer yang dilakukan Malinda, terdapat sejumlah pembayaran yang tidak diakui oleh pemilik rekening, termasuk untuk pembayaran cicilan sejumlah mobil dan apartemen.

Saksi lain, Erwin dari U-Finance, mengaku pihaknya meloloskan permohonan pembayaran cicilan mobil Toyota Fortuner yang diajukan Malinda pada 2009. Sementara saksi terakhir, Juni Harseni, anggota staf Customer Service Citibank Landmark, mengaku pernah melengkapi informasi transfer dana nasabah atas nama N Susetyo Sutadji sebesar Rp 2 miliar. Transfer tersebut ditujukan ke rekening milik PT Sarwahita, salah satu perusahaan yang dikelola Malinda.


Penulis: Imanuel More
Editor : I Made Asdhiana