Senin, 21 April 2014

News / Megapolitan

Saksi: Kecelakaan Xenia Mengerikan

Minggu, 22 Januari 2012 | 19:21 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil Daihatsu Xenia warna hitam B 2479 XI menjadi saksi bisu tabrakan maut yang merenggut nyawa delapan orang pejalan kaki dan melukai empat orang lain di Jalan MI Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (22/1/2012) pukul 11.00. Mobil itu kini teronggok tak bertuan di halaman Ditlantas Polda Metro Jaya.

Mobil Xenia keluaran tahun 2010 itu mengalami rusak parah. Bagian bumper depan dan kap mobil ringsek ke dalam hingga mesin mobil terlihat jelas. Ban bagian kiri belakang mobil pun terlihat kempes dan terlepas dari sumbunya.

Kaca depan mobil itu juga retak-retak. Dari retakan itu, masih ditemukan beberapa helai rambut manusia yang terjepit di antara retakan kaca. Rambut itu diduga milik korban yang sempat terpental hingga menabrak kaca depan mobil ini. Hal ini menandakan betapa kerasnya benturan terjadi sehingga membuat manusia terpental lalu terjatuh kembali di jalan raya.

Salah seorang saksi mata, Suwarto, menuturkan bahwa peristiwa siang tadi adalah hal terburuk dalam ingatannya. Suwarto termasuk pejalan kaki yang nyaris tertabrak. Ia sempat menghindar, sementara pejalan kaki di depannya tewas terseret mobil ini. "Saya enggak pernah mengalami ini sebelumnya. Ngeri banget, sampai saya gemetaran sekarang," kata pria asal Kediri, Jawa Timur, itu.

Di bagian lain mobil, cerita kecelakaan maut ini pun tergambar. Di pintu kiri mobil terdapat noda darah yang sudah mengering. Meskipun demikian, bau anyir darah belum hilang dan masih tercium dari dekat. Noda darah lain juga ditemukan pada bumper depan dan belakang mobil ini.

Suwarto melihat sendiri bagaimana mobil menghantam para pejalan kaki yang baru saja selesai berolahraga di Monumen Nasional, tak jauh dari lokasi tabrakan. Ia mengatakan, mobil menghajar pejalan kaki tanpa ampun baik dari depan maupun belakang. Bahkan ada korban yang terbentur mobil dan terpental hingga terseret. "Ada korban yang terseret beberapa meter oleh mobil persis di bagian bawah badan mobilnya," kata Suwarto.

Ada juga korban yang mengalami benturan pada kepala hingga hancur dan tewas seketika. "Sudah bukan hancur lagi, tapi sudah saya enggak bisa gambarin," kata Suwarto.

Polisi hingga kini masih mendalami penyebab kecelakaan hebat ini. Tes urine yang dilakukan terhadap tiga orang penumpang dan pengemudi menyatakan bahwa pengemudi negatif dari pengaruh narkoba.

Menurut Afriani, sang pengemudi, mobilnya menghantam pejalan kaki karena rem blong. Tetapi, saat dipraktikkan beberapa perwira polisi, rem mobil ini masih bisa berfungsi dengan baik. Polisi masih menunggu hasil tes balistik yang akan dilakukan tim Puslabfor Mabes Polri.


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Laksono Hari W