CCTV di Lokasi Kecelakaan Maut Tidak Signifikan - Kompas.com

CCTV di Lokasi Kecelakaan Maut Tidak Signifikan

Sabrina Asril
Kompas.com - 26/01/2012, 14:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sudah mengamankan rekaman dari tiga buah kamera CCTV (closed circuit television) dari lokasi terjadinya kecelakaan maut di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat. Tiga buah rekaman itu sudah diperiksa kepolisian untuk membantu penyidikan terhadap kasus itu. Namun, rekaman itu ternyata tidak terlalu signifikan membantu penyidikan.

"Jadi ada CCTV yang kami sita dari sekuriti gedung bahwa kamera CCTV tidak signifikan karena satu rekaman hanya menunjukkan mobil berhenti saja saat ada kecelakaan," ungkap Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Sudarmanto, Kamis (26/1/2012), di Mapolda Metro Jaya.

Dua rekaman lagi, katanya, ternyata remang-remang dan hanya menunjukkan akses jalan di dalam kantor Kementerian Perdagangan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan, pihaknya masih mencari bukti dan saksi-saksi lain terkait kecelakaan itu. "Nanti akan ada kajian khusus untuk kembangkan lagi kasus ini karena yang ada tidak signifikan untuk arah ke TKP," ujar Rikwanto.

Hingga saat ini sudah ada 15 saksi yang dimintai keterangan. Puslabfor juga sudah dua kali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) baik pada lokasi kejadian maupun pada badan dan mesin mobil. Puslabfor nantinya akan memberikan penilaian terhadap penyebab terjadinya kecelakaan.

Diberitakan sebelumnya, tabrakan maut terjadi di Jalan MI Ridwan, dekat Tugu Tani, Jakarta Pusat Minggu pukul 11.00 WIB. Sebuah mobil Daihatsu Xenia B 2479 XI menabrak sejumlah pejalan kaki yang sebagian besar baru saja selesai berolahraga di Monas. Mobil Xenia yang dikendarai Afriyani Susanti (29), saat itu melaju kencang dan sempat oleng sampai akhirnya menghantam para pejalan kaki di trotoar dan halte. Mobil baru behenti setelah merangsek masuk ke halaman kantor Kementerian Perdagangan. Akibat peristiwa ini, sembilan orang tewas di tempat, empat terluka. Atas peristiwa ini, Afriani sudah ditetapkan sebagi tersangka.

Asisten produser sebuah rumah produksi itu dijerat dengan pasal berlapis dalam Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan nomor 22 tahun 2009. Ia disangkakan Pasal 283 karena mengemudikan kendaraan bermotor secara tidak wajar atau terganggu konsentrasinya, Pasal 287 Ayat 5, yaitu setiap orang yang melanggar aturan batas kecepatan tertinggi atau terendah dalam berkendara, Pasal 310 Ayat 1-4, yaitu setiap orang atau kendaraan yang akibatkan kecelakaan atau kerusakan mulai dari luka ringan hingga neninggal dunia. Ancaman hukumannya sampai 6 tahun penjara.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisSabrina Asril
    EditorHertanto Soebijoto

    Terkini Lainnya

    Kunjungan Deddy Mizwar Tak Mengubah Sikap Cabut Dukungan Gerindra 

    Kunjungan Deddy Mizwar Tak Mengubah Sikap Cabut Dukungan Gerindra 

    Regional
    Sandiaga: Atlet dan Pelatih DKI Akan Terima Honor Sebelum November

    Sandiaga: Atlet dan Pelatih DKI Akan Terima Honor Sebelum November

    Megapolitan
    Terobos ke Stasiun Radio, Seorang Pria Tusuk Penyiar di Rusia

    Terobos ke Stasiun Radio, Seorang Pria Tusuk Penyiar di Rusia

    Internasional
    Menteri Susi Puji Tradisi Sasi dalam Merawat Alam Maluku

    Menteri Susi Puji Tradisi Sasi dalam Merawat Alam Maluku

    Regional
    Dramatis, Tim SAR Evakuasi Pria Depresi yang Panjat Pohon Selama 10 Jam

    Dramatis, Tim SAR Evakuasi Pria Depresi yang Panjat Pohon Selama 10 Jam

    Regional
    Bupati Purwakarta dan Ulama Peringati Hari Santri di Bawah Guyuran Hujan

    Bupati Purwakarta dan Ulama Peringati Hari Santri di Bawah Guyuran Hujan

    Regional
    Dituntut 8 Tahun Penjara, Miryam Kecewa terhadap KPK

    Dituntut 8 Tahun Penjara, Miryam Kecewa terhadap KPK

    Nasional
    Penyelundupan Ponsel di Rutan Cilodong, Mulai dari Dalam Bra hingga Pembalut

    Penyelundupan Ponsel di Rutan Cilodong, Mulai dari Dalam Bra hingga Pembalut

    Megapolitan
    Jokowi: Kenapa Tidak Ada Fakultas Ekonomi Digital? Jurusannya Toko 'Online'

    Jokowi: Kenapa Tidak Ada Fakultas Ekonomi Digital? Jurusannya Toko "Online"

    Nasional
    Tak Mau Bebani APBD, Sandiaga Ingin Pembangunan dan Perawatan Stadion BMW Pakai Dana Swasta

    Tak Mau Bebani APBD, Sandiaga Ingin Pembangunan dan Perawatan Stadion BMW Pakai Dana Swasta

    Megapolitan
    'Sampai Kapan Kami Harus Beribadah di Dekat Toilet?'

    "Sampai Kapan Kami Harus Beribadah di Dekat Toilet?"

    Nasional
    Sandi Mengaku Belum Bahas Janji Lepas Saham Bir Milik Pemprov DKI

    Sandi Mengaku Belum Bahas Janji Lepas Saham Bir Milik Pemprov DKI

    Megapolitan
    Kapolri Perintahkan Jajarannya Lebih Perhatian pada Masalah Perempuan dan Anak

    Kapolri Perintahkan Jajarannya Lebih Perhatian pada Masalah Perempuan dan Anak

    Nasional
    Usai Bunuh Anaknya dengan Diduduki, Seorang Ibu Serahkan Diri ke Polisi

    Usai Bunuh Anaknya dengan Diduduki, Seorang Ibu Serahkan Diri ke Polisi

    Regional
    Jokowi Keceplosan Sebut Iriana Hobi Belanja 'Online'

    Jokowi Keceplosan Sebut Iriana Hobi Belanja "Online"

    Nasional

    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM