Selasa, 21 Oktober 2014

News / Megapolitan

Anak Hilang

Vita Terpengaruh Kehidupan Glamor Para Artis

Sabtu, 28 Januari 2012 | 18:42 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menyimpulkan tidak menemui letak unsur eksploitasi dari kaburnya Ruspita Sari Siahaan, (13), bintang iklan cilik. Arist menduga Vita kabur karena terpengaruh dunia glamor artis sehingga dia pun kabur dari rumah pada 9 Januari 2012 lalu.

Ini wajar terjadi karena selama bergelut di dunia hiburan sebagai seorang figuran dan bintang iklan beberapa produk komersial, membuat Ruspita bergaul dengan teman-teman sesama artis yang identik dengan keglamouran. "Tak pelak, Ruspita terpengaruh dengan pergaulan tersebut," ujar Arist.

Kesimpulan ini diperoleh Arist saat mendatangi kediaman orangtua Ruspita di kawasan Jalan Mangga, Cipayung, Jakarta Timur. Di rumah itu, ia bertemu Lily, (50), ibunda Ruspita. Mereka lantas bercakap-cakap mengenai kehidupan keluarga tersebut, terutama Ruspita.

Dari pembicaraan itu diketahuilah bagaimana latar belakang orangtua Ruspita bukan dari kalangan orang berada. Bahkan, bisa dikatakan miskin. Edison Siahaan, ayah Ruspita hanya seorang buruh bengkel kasur pegas. Perusahaan tempat Edison bekerja tergolong industri rumahtangga. Penghasilannya pun tidak terlalu besar.

Kendati demikian, untuk menghidupi keluarganya, Edison dibantu putranya yang bekerja sebagai operator warnet yang tak jauh dari kediamannya. Merekalah yang selama ini menjadi tulangpunggung keluarga Siahaan. Sementara, Lily sekadar ibu rumah tangga.

"Ayahnya yang masih menafkahi keluarganya. Dia dibantu oleh kakaknya yang laki-laki, yang bekerja sebagai penjaga warnet," tutur Arist.

 


Editor : Hertanto Soebijoto
Sumber: