Jumat, 25 April 2014

News / Megapolitan

Pisau Pembunuh Bos Sanex Ditemukan, Polisi Cek Sidik Jari

Senin, 30 Januari 2012 | 17:49 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Metro Jaya akhirnya menemukan pisau yang digunakan para pelaku untuk membunuh bos PT Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono (45), pada Kamis (26/2/2012) malam di Swiss-belhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Polisi kini sedang menyisir sidik jari yang menempel di pisau itu untuk mencari pelaku lainnya.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Senin (30/1/2012), di Mapolda Metro Jaya. "Ada pisaunya sudah kami sita. Tersangka yang akhirnya menyerahkan (pisau). Sidik jari masih dicocokkan seharusnya sih ada sidik jarinya," ujar Rikwanto.

Rikwanto mengatakan, pisau yang digunakan untuk menghabisi nyawa Harry itu diduga dipakai oleh lebih dari seorang tersangka. Sehingga, pisau menjadi petunjuk kuat untuk melihat keterlibatan tersangka lainnya. Selain pisau, polisi juga menyita baju dari tiga tersangka yang menyerahkan diri. "Meski tubuhnya sudah dicuci, kami ambil (noda) di pakaian," kata Rikwanto.

Diberitakan sebelumnya, seorang pengusaha peleburan besi PT Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono (45), ditemukan tewas bersimbah darah di sebuah sofa kamar hotel Swiss-belhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Kamis (26/1/2012) malam. Informasi ini baru diketahui polisi setelah tiga orang pelaku yakni C (30), A (28), dan T (23) mengaku membunuh Harry dan menyerahkan diri tak lama setelah pembunuhan terjadi.

Harry tewas ditusuk berkali-kali oleh para pelaku di bagian perut, pinggang, dan leher. Berdasarkan pengakuan tiga tersangka, pembunuhan terhadap Harry dilakukan karena Harry berjanji akan membayarkan upah Rp 600 juta atas jasa penagihan utang (debt collector) yang dilakukan ketiganya.

Namun, sesampainya di kamar hotel, ternyata uang itu tidak juga didapat. Akhirnya, salah satu pelaku mengeluarkan pisau kemudian menusuk korban yang diikuti pelaku lainnya.


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo