Getty Images/Christopher Furlong
Ilustrasi
JAKARTA, KOMPAS.com - Emosi Harun Rasyid (35), seorang tuna daksa yang berkaki satu, tak lagi terbendung. Karena setiap hari terus mendapat hinaan sebagai manusia cacat dari Vivi Rumindari (35), dia akhirnya memutuskan menembak Vivi dengan senapan angin. Vivi pun mengalami luka di bibir serta tiga buah giginya patah.
Kapolsek Metro Cengkareng, Komisaris Rudy Reinewald, mengatakan penembakan ini terjadi pada Senin (30/1/2012) sore pukul 16.00. Ia mengatakan peristiwa ini bermula saat Vivi kembali menyinggung perasaan Harun dengan mengatainya cacat.
"Dia tersinggung dengan korban yang suka meledeknya sebagai manusia cacat berkaki satu. Emosinya saat itu sudah tidak bisa ditahan lagi," ujar Rudy, Selasa (31/1/2012), saat dihubungi wartawan.
Harun kemudian langsung mengambil senapan angin dan menembakannya ke korban dari jarak lima meter. "Tembakan itu mengenai bibir korban dan giginya patah," papar Rudy.
Setelah peristiwa ini terjadi, polisi langsung mengamankan Harun. Kini pria tuna daksa itu mendekam di sel tahanan Polsek Cengkareng. Ia dijerat dengan pasal 351 KUHP yang ancaman hukumannya lima tahun penjara.


