Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 05:44 WIB
Kilin Meriahkan Pawai Cap Gomeh di Bogor
Antony Lee | Agus Mulyadi | Sabtu, 4 Februari 2012 | 21:29 WIB
|
Share:

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Ilustrasi: Barongsai.

TERKAIT:

BOGOR, KOMPAS.com — Pertunjukan barongsai dan liong sudah kerap ditemui dalam berbagai acara. Namun, pertunjukan kilin terbilang langka ditemui di Indonesia.

Persatuan Gerak Badan (PGB) Bangau Putih akan mempertunjukkan sepasang kilin dalam Pawai Cap Go Meh di Jalan Suryakencana, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (6/2/2012) sore.

"Kilin itu dipercaya sebagai hewan tunggangan dewa yang terbuat dari 13 unsur binatang. Seperti tanduk menjangan dan sisik naga, ekor kura-kura," tutur Jimmy dari PGB Bangau Putih, yang juga Humas Festival Cap Go Meh Bogor, Sabtu (4/2/2012).

Menurut Jimmy, gerakan kilin berbeda dengan barongsai yang melompat-lompat dan gesit. Kilin akan lebih tenang mengamati. Lalu, saat menyaksikan sesuatu yang tidak tepat, ia akan bergerak cepat dan marah.

Jimmy menyebutkan, pertunjukan kilin tidak banyak dimiliki perkumpulan lain. "Hanya satu-satunya di Bogor. Kalau mau tahu gerakannya, datang saja dan lihat langsung di pawai," tuturnya.

Sebelum pawai, pada hari Minggu akan ada persiapan dan pemindahan kimsin (patung) dewa naik ke joli (tandu). Selain itu ada tradisi tolak bala (tangsin), serta parade 12 mobil hias dengan rute Kebun Raya-Suryakencana-Siliwangi-Pajajaran-Sempur-Juanda-Kebun Raya.

Pada hari Senin, akan ada penyambutan tamu dari luar kota, atraksi seni, dan ritual Cap Go Meh. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Wali Kota Bogor Diani Budiarto direncanakan hadir dalam acara ini.

Pukul 17.00, mobil hias dan Pawai Budaya Pesta Rakyat Bogor akan dimulai. Ada liong, barong, kilin, reog, serta kesenian Sunda yang ikut dalam parade itu.