FABIAN JANUARIUS KUWADO
Bencana puting beliung yang melanda beberapa pulau di Kepulauan Seribu, Rabu (25/1/2012), menyisakan kerusakan pemukiman penduduk. Sisa-sisa kerusakan masih tampak hingga Minggu (5/2/2012).
JAKARTA, KOMPAS.com - Bencana puting beliung yang melanda beberapa pulau di Kepulauan Seribu, menyebabkan kerusakan pemukiman warga. Berdasarkan pantauan Kompas.com, Minggu (5/2/2012), di Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, masih terdapat ratusan rumah yang dalam kondisi rusak dan belum diperbaiki.
Padahal, hari ini sudah memasuki hari kesepuluh pascakejadian tersebut. Puting beliung melanda kawasan Kepulauan Seribu, Rabu (25/1/2012) lalu saat wilayah Indonesia dilanda cuaca ekstrem akibat dampak badai tropis di perairan Samudera Hindia.
Atok Baroni Hidayat, Kepala Camat Kepulauan Seribu Utara mengatakan hingga kini, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap ratusan rumah korban dan telah melaporkannya ke pemerintah daerah. Warga yang rumahnya rusak terpaksa mengungsi di rumah tetangga atau sanak keluarga lain.
"Kita sudah melakukan pendataan dan pemaparan di depan gubernur, katanya bantuan tidak lama lagi akan sampai." ujarnya.
Menurut data kecamatan Kepulauan Seribu Utara sendiri, di Pulau Kelapa sendiri terdapat 149 rumah dalam kondisi rusak ringan, 106 mengalami rusak sedang sementara rumah yang mengalami rusak berat sebanyak 280. Kategori rusak ringan adalah rumah yang hanya kehilangan genteng dan masih bisa ditinggali, sementara untuk rumah yang rusak sedang hingga berat adalah rumah yang tak lagi memiliki atap hingga rata dengan tanah.
Salah satu contohnya adalah rumah Sapina (45). Warga penduduk Pulau Kelapa tersebut harus mengungsi karena rumahnya rata dengan tanah. Ia berharap pemerintah bisa membangun kembali rumah sederhana yang ditempatinya bersama enam anggota keluarga lainnya.
"Harapannya ya secepatnya aja dibangun, kalau pemerintah bantu alhamdulilah, kita mah sebagai rakyat kecil bisa apa," lirihnya.
