FABIAN JANUARIUS KUWADO
Kondisi Kepulauan Seribu, Minggu (5/2/2012), setelah dilanda angin puting beliung pada Rabu (25/1/2012) lalu. Sejumlah rumah rata dengan tanah.
JAKARTA, KOMPAS.com - Bencana puting beliung yang melanda beberapa pulau di Kepulauan Seribu yang terjadi sepuluh hari lalu, Rabu (25/1/2012) lalu, masih menyisakan kerusakan di beberapa permukiman. Khususnya di Kelurahan Pulau Kelapa dan Kelurahan Pulau Harapan yang menderita kerusakan terparah. Meski rumah dan beberapa fasilitas publik mengalami kerusakan, aktivitas warga tidak berhenti.
Senin (6/2/2012), siswa SMP Negeri 260 Pulau Harapan melakukan ujian uji coba terhadap siswa-siswinya. Hanya saja warga tinggal menunggu bantuan berupa bahan material untuk membangun kembali rumah mereka yang beberapa di antaranya rata dengan tanah.
Menurut data di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, di Pulau Kelapa terdapat 149 rumah dalam kondisi rusak ringan, 106 mengalami rusak sedang, sementara rumah yang mengalami rusak berat sebanyak 280. Kategori rusak ringan adalah rumah yang hanya kehilangan genteng dan masih bisa ditinggali, sementara untuk rumah yang rusak sedang hingga berat adalah rumah yang tak lagi memiliki atap hingga rata dengan tanah.
Selain permukiman, tercatat juga 28 bangunan fasilitas publik di kedua kelurahan mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga rusak berat. Beruntung tidak ada penduduk yang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut, hanya saja tercatat 44 orang mengalami luka di bagian kepala dan badan akibat tertimpa benda keras.
