Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 04:26 WIB
Hamid Tewas Setelah Diciduk Polresta Depok
Sabrina Asril | Hertanto Soebijoto | Senin, 6 Februari 2012 | 17:39 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekitar 20 orang pemuda yang menamakan diri Front Pemuda Muslim Maluku Bekasi Raya berbondong-bondong mendatangi Polda Metro Jaya, Senin (6/2/2012) siang. Kedatangan mereka ke markas kepolisian ini untuk mempertanyakan kematian rekan mereka, Hamid Rolobesy.

Sekretaris Jenderal DPD Front Pemuda Muslim Maluku Bekasi Raya, M Saleh Horela, mengungkapkan, pihaknya bermaksud membuat laporan polisi terkait tewasnya Hamid. Hamid pada Sabtu (4/2/2012) malam lalu tiba-tiba saja diciduk aparat kepolisian berpakaian preman dari sebuah gudang di Jalan Inspeksi Kalimalang, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun, Bekasi. Saat itu, Hamid ditangkap bersama dengan sebelas orang lainnya.

"Kebetulan yang menangkap mereka dan mengambil mereka adalah anggota Polres Depok. Yang diambil 12 orang, 1 meninggal, dan 9 lainnya dipulangkan," ujar Saleh, Senin, di Mapolda Metro Jaya.

Dikatakan Saleh, ke-12 orang yang rata-rata berusia 12-19 tahun ini tidak tahu mengapa tiba-tiba dirinya digerebek aparat kepolisian. "Mereka diseret dan dimasukkan ke dalam mobil dengan tangan diikat dan mata ditutup dengan lakban," tuturnya.

Dari semua yang ditangkap, diakui Saleh, tidak ada satu pun yang mengetahui tewasnya Hamid. Pada Minggu (5/2/2012) sore, pihak keluarga mendapat kabar dari RS Polri Kramat Jati bahwa Hamid tewas dan sudah dibawa ke rumah sakit.

"Jenazahnya sudah dua hari di rumah sakit. Sekarang, kami minta kejelasan dengan membuat laporan polisi apa sebenarnya yang terjadi dengan saudara kami pada Sabtu malam itu," kata Saleh.