Fabian Januarius Kuwado
Puluhan keluarga pemulung korban gusuran di Jl. Pemuda, Jakarta Timur, Senin (6/2/2012) kemarin, terpaksa menempati kolong fly over Pemuda arah Cempaka Putih menuju Cililitan, karena belum memiliki tempat tinggal.
JAKARTA, KOMPAS.com — Puluhan keluarga pemulung korban gusuran di Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Senin (6/2/2012) kemarin, terpaksa menempati kolong fly over Pemuda arah Cempaka Putih menuju Cililitan karena belum memiliki tempat tinggal. Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, warga yang sebagian besar berprofesi sebagai pemungut barang-barang bekas tersebut melakukan aktivitas mereka sehari-hari di bawah fly over tersebut karena rumah mereka sebelumnya digusur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) atas dasar penyalahgunaan lahan.
Aktivitas yang dilakukan warga bermacam-macam. Ibu-ibu tampak duduk-duduk santai menghadap jalan raya sambil berbincang di antara mereka, sedangkan para bapak tengah menyiapkan gerobak yang sehari-hari digunakan untuk mencari barang bekas. Beberapa malah sudah mulai berangkat mencari barang bekas. Sementara sekumpulan anak-anak kecil tetap terlihat asyik bermain dekat jalan raya tanpa sedikit pun pengawasan.
Sebagian ada yang tertidur pulas di sarung yang dililitkan di kayu penyangga. Sri Rahayu (30), salah seorang warga, mengatakan, dirinya serta empat orang anaknya yang masih kecil terpaksa menempati ruangan terbuka tersebut karena belum memiliki kontrakan. "Enggak tahu nih mau sampai kapan, lagi cari kontrakan belum dapat-dapat," keluhnya.
Sebelumnya diberitakan, sekitar 700 petugas Satpol PP yang didukung personel TNI dan Polri membongkar 200 bangunan dalam areal tanah seluas 8.511 meter persegi di simpang empat Jalan Pemuda dan Jalan Ahmad Yani, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur. Alasan pembongkaran, lahan tersebut akan dijadikan kantor Sudin PKPB Jaktim. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan sebagai pemilik sah lahan tersebut.

