Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 04:31 WIB
Ketertiban
Pedagang Pasar Keluhkan PKL
M Clara Wresti | Marcus Suprihadi | Selasa, 7 Februari 2012 | 14:18 WIB
|
Share:
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Para pedagang di pasar tradisional mengeluhkan keberadaan PKL di luar gedung pasar. Selain mengganggu ketertiban, PKL juga menggerus omset pedagang resmi di dalam pasar. Mereka juga umumnya warga luar kawasan.

JAKARTA, KOMPAS.com — Keberadaan pedagang kaki lima tidak hanya memenuhi trotoar sehingga bisa membahayakan pejalan kaki, tetapi juga menjadi ancaman bagi pedagang di dalam pasar.

PKL yang banyak membuka lapak di luar pasar telah mencegah konsumen masuk ke dalam pasar dengan memenuhi semua kebutuhan konsumen di luar pasar. ”Kalau begini terus, kami yang rugi. Konsumen mana mau masuk ke pasar jika semua kebutuhannya sudah ada di luar. Buktinya kalau hari Sabtu, Minggu, dan hari libur, PKL tidak ada yang berjualan. Saat itulah dagangan kami laku,” kata Gaffar, pedagang di Pasar Kedoya, Jakarta Barat.

Mereka menyampaikan keluhan ini di depan Komisi B DPRD DKI Jakarta, Selasa (7/2/2012). ”Keberadaan mereka tidak hanya merugikan kami, tetapi juga mengganggu ketertiban umum dan membuat semrawut kawasan kami,” kata Gaffar yang tinggal di Green Garden.

Menurut Gaffar, pedagang yang menggelar dagangannya di luar Pasar Kedoya bukanlah warga yang tinggal di kawasan Kedoya, melainkan warga dari kawasan lain, bahkan ada yang warga Tangerang.