BOGOR, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Bogor Kota, Jawa Barat, sedang mengupayakan implementasi sistem alarm panic button, yang akan menghubungkan bank, minimarket, dan lokasi rawan perampokan dengan mobil patroli polisi.
Jika program ini sukses, sistem ini akan diimplementasikan di seluruh Indonesia.
Kepala Satuan Sabhara Polres Bogor Kota, Ajun Komisaris Arif Gunawan, mengutarakan hal itu, Rabu (8/2/2012).
Menurut dia, sasaran awal ialah bank-bank untuk antisipasi jika terjadi perampokan. Dia mengaku sudah mempresentasikan hal itu di sejumlah bank di Kota Bogor, termasuk ada simulasi.
"Dalam salah satu simulasi, 1 menit 40 detik setelah tombol alarm panik ditekan, sudah ada 3-4 mobil patroli tiba di lokasi. Dengan begitu, masih ada jeda waktu cukup untuk mengejar pelaku dan memberlakukan SOP tutup kota," tutur Arif.
Menurut dia, sistim itu memungkinkan begitu tombol ditekan, alat penerima di mobil patroli sudah bisa mengetahui lokasi dan langsung mendatangi tempat kejadian. Alat itu sudah dikerjasamakan dengan salah satu pengembang IT. Nantinya, pengguna jasa harus membayar iuran ke pengembang.
"Mobil patroli juga dipasang GPS jadi termonitor. Ada 38 mobil patroli baik di polres dan polsek," tutur Arif.
Selain bank, alarm ini juga akan menjangkau perumahan, minimarket, toko emas, dan lokasi rawan lainnya. "Tapi kami juga minta ada asuransi untuk anggota yang harus berjibaku dengan perampok," tuturnya.

