NATALIA RIRIH
Gerbang tol Semanggi I di Jakarta Pusat
JAKARTA, KOMPAS.com — Polda Metro Jaya kembali meminta PT Jasa Marga Tbk untuk menutup secara permanen pintu masuk Tol Semanggi I, di Jalan Gatot Soebroto, depan Hotel Crowne Plaza, Jakarta Selatan. Sebab, pintu tol itu ”biang” kemacetan di kawasan itu.
”Saya akan segera menandatangani surat permintaan agar pintu Tol Semanggi I ditutup permanen saja. Ini memang sudah pernah kami minta sebelumnya. Sekarang saya ajukan surat lagi untuk meminta itu ditutup permanen,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Dwi Sigit Nurmantyas, Rabu (8/2/2012) siang.
Sekarang ini, lanjut Dwi Sigit, masih diberlakukan buka tutup. Dengan kondisi arus lalu lintas semakin padat, lebih baik pintu Tol Semanggi I ditutup permanen. ”Mereka yang ingin masuk tol, masuk saja lewat pintu Tol Semanggi II setelah Wisma Mulia,” katanya.
Jadi, katanya, nanti semua kendaraan dari arah Jembatan Semanggi atau Bendungan Hilir atau yang keluar dari Plaza Semanggi harus terus ke arah Kuningan, tidak ada lagi yang memotong untuk masuk ke pintu Tol Semanggi I.
”Sekarang, dengan pintu tol masih beroperasi, kawasan di situ jadi semrawut, yang memberi kontribusi kemacetan di kawasan Semanggi,” katanya.
Karena kondisi itu, setiap hari pada jam sibuk ada 15 polisi lalu lintas yang harus mengatur arus lalu lintas di titik itu. ”Harus banyak anggota diturunkan di satu titik itu saja. Pintu tol itu harus ditutup permanen untuk menghilangkan atau mengurangi kesemrawutan di kawasan itu,” katanya.

