Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 05:07 WIB
Buruh Ancam Demo Besar-besaran, Foke Bungkam
Riana Afifah | Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Kamis, 9 Februari 2012 | 18:05 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

JAKARTA, KOMPAS.com - Terkait dengan adanya aksi besar-besaran yang akan dilakukan oleh buruh, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo tidak mau berkomentar banyak. Ia bahkan meminta kepada para buruh untuk melihat pada pengalaman-pengalaman sebelumnya dalam penetapan angkatan Upah Minimum Sektoral Provinsi DKI Jakarta.

"Saya lihat dari pengalaman yang berjalan, saya selalu yang menyetujui UMP dan UMP yang saya setujui apa menyengsarakan rakyat?" kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, di Balaikota, Jakarta, Kamis (9/2/2012).

Ia juga tak menjelaskan bahwa tuntutan buruh tersebut akan dipenuhi atau tidak. Ia hanya meminta agar para buruh tersebut sabar menunggu karena UMSP tersebut pasti akan segera ditetapkan. "Tunggu saja sebentar lagi. Semuanya akan segera ditetapkan," jelasnya.

Forum Buruh DKI Jakarta memang sempat mengeluarkan ancaman akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Balaikota selama dua hari yakni pada tanggal 13-14 Februari 2012, apabila Gubernur DKI Jakarta tak menetapkan UMSP 2012 paling lambat pada 13 Februari 2012. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta, Deded Sukandar, mengatakan bahwa rekomendasi kenaikan UMSP DKI 2012 telah diserahkan ke tim verbal Gubernur DKI Jakarta pada 30 Januari lalu.

"Saya tidak tahu sudah sampai mana proses verbalnya. Jadi ada tahapannya. Ditandatangani Asisten Perekonomian terlebih dahulu, baru ditandatangani Sekretaris Daerah dan terakhir ditandatangani Gubernur," tuturnya.