Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 05:07 WIB
Palang Penampar dari Besi untuk Tertibkan Penumpang di Atap Kereta
Riana Afifah | Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Kamis, 9 Februari 2012 | 18:17 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/ RODERICK ADRIAN MOZES Ilustrasi: Sejumlah penumpang di atap kereta.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus berupaya untuk mencegah maraknya penumpang kereta yang sering naik di atas atap. Setelah menerapkan palang penampar dengan bahan fiber, PT KAI akan memperkuat palang penampar yang terpasang di antara Stasiun Pasar Minggu Baru dan Stasiun Kalibata.

Security Manager Daops I PT KAI, Akhmad Sujadi, mengatakan bahwa palang penampar atau yang disebut pintu coboy di antara Stasiun Pasar Minggu Baru dan Stasiun Kalibata akan ditambah dengan elemen besi di beberapa bagian. Dengan demikian, penumpang kereta semakin jera dan tidak lagi naik di atap.

"Yang sembilan bulan lalu dipasang itu bahannya sebagian besar dari fiber dan terlalu lentur. Yang sekarang ini akan kami sempurnakan dengan besi," kata Sujadi, ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (9/2/2012).

Pengerjaan pemasangan palang tersebut akan dilaksanakan pada pukul 00.00-04.00 esok hari, sehingga saat pagi, penumpang yang naik di atas kereta akan dapat diminimalisir karena pada kenyataannya naik di atas atap kereta tersebut dapat membahayakan keselamatan jiwa.

Ia juga menambahkan bahwa sejak dari stasiun awal, para penumpang sudah diingatkan akan keberadaan palang penampar ini dengan pengumuman dari petugas stasiun. Dengan demikian, penumpang dapat menjaga keselamatan dirinya sendiri dengan tidak duduk di atas atap kereta.

"Sekitar 30 petugas juga kami turunkan di Stasiun Pasar Minggu Baru pada pagi hari dan Stasiun Kalibata pada sore hari," ujar Sujadi.

Setelah dipasang di antara Stasiun Pasar Minggu Baru dan Stasiun Kalibata, Sujadi menjelaskan akan melakukan evaluasi di lokasi lain yakni Stasiun Citayam dan Stasiun Depok. Nantinya pemasangan ini akan dilakukan secara bertahap.