KOMPAS/NELI TRIANA
VN (20), tertutup kain hitam, dipeluk oleh polwan di Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan, Kamis (9/2/2012). VN adalah pembunuh Reffi, adik kandungnya sendiri.
JAKARTA, KOMPAS.com- Hajjah Asih (65) sungguh belum bisa percaya kalau cucunya, VN (20), adalah pembunuh adik kandungnya. Dua hari lalu Reffi Naldo (13) dimakamkan dua hari lalu. Sekarang dia harus menerima kenyataan pahit bahwa VN harus diamankan polisi karena disangka membunuh adiknya itu.
Baik VN maupun Reffi adalah cucu kesayangan yang sejak bayi sudah tinggal bersama nenek Asih. Orangtua mereka, Sumiyati dan Agus memang tetap tinggal di rumah Asih di Jalan H Jian RT 007/RW 04, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Sumiyati-Agus kemudian bercerai. Sumiyati dan kedua anaknya tetap tinggal di rumah Asih sampai akhirnya Sumiyati meninggal karena tumor. "Sudah lama sekali," kata Asih.
Sampai saat ini, Asih masih tidak percaya bahwa VN adalah pembunuh adiknya. "Tadi pagi diantar polwan dan pengacaranya VN datang ke sini. Ia memeluk saya dan meminta maaf," kata Asih saat ditemui di rumahnya.
Kini, di usianya yang senja, nenek Asih yang menurut kesaksian para tetangganya dikenal baik hati itu harus mengalami tragedi keluarga yang sungguh tak pernah terbayangkan.
"Dia itu suka ngasih biaya bagi anak-anak saudara atau tetangga yang tidak mampu untuk sekolah, sunat, dan lainnya," kata para tetangga tentang nenek Asih yang mereka sebut baik hati itu.
