KOMPAS/RATIH PRAHESTI SUDARSONO
Jabatan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya resmi berganti, Jumat (10/2/2012) pagi, dari Komisaris Besar Gatot Edy Pramono (kanan) kepada Komisaris Besar Toni Hermanto.
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Untung S Rajab mengatakan sudah menurunkan satu tim dari Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) untuk meneliti dan menganalisis kondisi semua polsek. Hasil kerja tim Irwasum ini akan dipakai sebagai bahan untuk menerapkan kebijakan yang tepat di polsek.
"Saya baru menurunkan tim Irwasum itu. Jadi, sekarang jangan ditanya dulu hasilnya," kata Untung seusai acara pelantikan lima pejabat baru di lingkungan Polda Metro Jaya, Jumat (10/2/2012) siang.
Ia menjawab wartawan yang menanyakan kelanjutan penanganan dan kebijakan yang diambil Polda Metro Jaya terkait adanya kasus tahanan kabur, dugaan anggota salah tangkap orang, dugaan anggota tidak prosedural dalam menangkap atau menangani tersangka kejaatan, serta penganiayaan yang dilakukan terhadap sesama polisi.
Menurut Kepala Polda Metro, anggota polisi itu juga manusia, bukan malaikat, sehingga tidak tertutup kemungkinan tergelincir atau melakukan kesalahan. "Karena itu, kami melakukan evaluasi kembali untuk melakukan perbaikan-perbaikan," katanya.
Ia menambahkan, untuk mencapai jumlah ideal sehingga optimal melayani masyarakat, Polda Metro Jaya masih kekurangan sekitar 10.000 orang.
Pergantian
Sementara itu, perwira menengah yang dilantik tadi pagi adalah Komisaris Besar (Kombes) Awan Samudra sebagai Direktur Intelkam, Kombes Toni Hermanto sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Adi Cahyo sebagai Direktur Pengamanan Obyek Vital, Kombes Hari Harnowo sebagai Kepala Bidang Propam, dan Kombes Suntana sebagai Kepala Polres Metro Jakarta Barat.
Awan menggantikan Kombes Irlan, Toni menggantikan Kombes Gatot Edy Pramono, Adi menggantikan Suntana, Hari menggantikan Kombes Agusli Rasyid, dan Suntana menggantikan Kombes Setija Juninanta.
Irlan dan Agusli selanjutnya akan mengikuti pendidikan di Lemhanas, sedangkan Gatot Edy dan Setija pendidikan di Sekolah Pimpinan Staf dan Tingkat Tinggi (Sespimti) Polri.
