JAKARTA, KOMPAS.com - Jumat (10/2/2012) ini, satu pasangan calon Gubernur DKI Jakarta dari jalur perseorangan, Prayitno Ramelan, batal menyerahkan berkas dukungan dan syarat-syarat lainnya untuk maju ke Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 2012.
"Memang tidak jadi hari ini menyerahkannya. Karena masih harus dirapikan lagi," kata Prayitno kepada Kompas.com saat dihubungi, Jumat (10/2/2012).
Kendati demikian, ia memastikan bahwa pihaknya tetap akan menyerahkan berkas dukungannya pada hari terakhir pendaftaran calon independen yakni pada hari Minggu (12/2/2012). Rencananya, hanya ia dan pasangannya saja yang akan datang ke Perpustakaan Nasional untuk menyerahkan berkas tersebut.
"Kami tidak akan bawa massa saat penyerahan. Jadi hanya saya dan pasangan saya saja yang hadir," ujar Prayitno.
Mengenai jumlah dukungan, ia mengaku tidak ada masalah mengingat jumlah dukungan yang diperolehnya sudah lebih dari batas minimal yang ditentukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta.
Batalnya penyerahan berkas dukungan pada hari ini, menurutnya, lebih karena data-data yang ada masih harus disusun lebih rapi dan dirangkap tiga.
"Jadi data dukungan itu harus dipilah sesuai dengan kelurahan. Dengan jumlah sekitar 500.000 dukungan, harus hati-hati juga memilahnya. Jadi Minggu baru kami serahkan," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Prayitno Ramelan dan Teddy Suratmadji akan menyerahkan berkas dukungan dan syarat-syarat lainnya ke KPU Provinsi DKI Jakarta seusai salat Jumat. Namun karena harus merapikan data-data yang ada, maka rencana hari ini batal dan mundur menjadi hari Minggu (12/2/2012).
