Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 05:27 WIB
Pintu Koboi Baru, "Atapers" Berkurang 50 Persen
Riana Afifah | Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Jumat, 10 Februari 2012 | 16:08 WIB
|
Share:
KOMPAS/LASTI KURNIA Petugas PT Kereta Api Indonesia Daop I Jakarta memasang rambu larangan bertanda listrik tegangan tinggi, berbahan fiber sepanjang 3-4 meter dan ketebalan 10 sentimeter, pada uji coba di depo Bukit Duri, Jakarta, Rabu (1/6/2011). Rambu akan dipasang di tiang listrik aliran atas (LAA) di Stasiun Pasar Minggu Baru dan Stasiun Duren Kalibata, baik dari arah Bogor maupun dari arah Jakarta. Rambu ini juga berfungsi seperti pintu koboi yang dapat menghantam penumpang nakal yang naik di atap gerbong kereta api.

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejak dipasang palang penampar atau pintu koboi yang berbahan besi ini, para penumpang yang naik di atas atap memang masih ada, tetapi jumlahnya berkurang dari sebelumnya. Dapat dikatakan pemasangan pintu koboi ini terbilang efektif.

Security Manager Daops I PT KAI, Akhmad Sujadi, mengatakan bahwa setelah dipasang pintu koboi tersebut, penumpang yang biasanya naik di atas atap kereta berkurang sekitar 50 persen sejak pagi tadi. Hal ini merupakan pertanda baik mengingat perlahan penumpang dapat ditertibkan.

"Yang dulu itu kan bahannya dari fiber. Sekarang ditambah dengan besi, jadi akan lebih kuat," kata Sujadi ketika dihubungi wartawan, Jumat (10/2/2012).

Pihaknya tidak hanya menambahkan bahan berelemen besi, tetapi juga memperpanjang palang penampar tersebut. Sebelumnya, panjang palang tersebut hanya 70 sentimeter dan sisi luarnya sepanjang 165 sentimeter. "Sekarang panjangnya jadi 165 sentimeter dan sisi luarnya 240 sentimeter," ujar Sujadi.

Melihat efek positif dari pintu koboi ini, pihaknya akan melakukan pengecekan di beberapa lokasi dan memasang pintu koboi yang baru di daerah Stasiun Citayam, Bojong Gede, dan Cilebut. Namun, ukurannya akan lebih rendah dari yang saat ini sehingga akan lebih menyulitkan para penumpang di atap kereta.

"Jadi secara keseluruhan, untuk fisik palang penampar itu posisinya masih bisa kami rendahkan," tandasnya.