Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 05:28 WIB
Teroris Serahkan Diri untuk Bantu Densus 88
Maria Natalia | A. Wisnubrata | Jumat, 10 Februari 2012 | 17:38 WIB
|
Share:
Kompas/Andy Riza Hidayat Personel Detasemen Khusus 88 Anti Teror menata senjata temuan senjata di hutan Kampus Universitas Indonesia, Depok, Kamis (9/2/2012) sore ini.

JAKARTA, KOMPAS.com — Detasemen Khusus 88 Antiteror bersama seorang tersangka teroris mencari sekaligus menemukan senjata yang tersimpan di dalam hutan Universitas Indonesia (UI) pada Kamis (9/2/2012) lalu. Menurut Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution, tersangka tersebut adalah M, buronan dari kelompok Abu Omar yang menyerahkan diri pada Densus 88 Antiteror, Rabu (8/2/2012).

"Telah menyerahkan diri seorang DPO dari kelompok AO. Kelompok AO ini merupakan kelompok teroris yang spesialis untuk menyelundupkan senjata api kepada para teroris," ujar Saud di Jakarta, Jumat (10/2/2012).

Menurut Saud, M menyerahkan diri karena merasa dirinya bersalah terlibat dalam kasus terorisme itu. "Jadi dia ada kesadaran untuk menyerahkan diri. Itu sangat bagus karena itu akan membantu meringankan dia dalam pengadilan nanti," terang Saud.

Setelah menyerahkan diri itulah, kata Saud, tersangka M kemudian menjelaskan bahwa ia masih menyimpan satu pucuk senjata api laras panjang dan satu pucuk senjata api laras pendek di salah satu kawasan hutan di Depok.

"Kemarin telah ditelusuri dan dicek langsung oleh tim di lapangan, ternyata benar telah ditemukan satu pucuk senjata api jenis Jungle dan FN," lanjut Saud. Senjata-senjata inilah yang dulunya pernah dicari oleh Tim Densus 88 Antiteror, tetapi gagal ditemukan di kawasan Hutan UI.

Menurut pengakuan M, saat pencarian tim terdahulu, ia memang memindahkan senjata itu secepatnya agar tidak ditemukan polisi. "Karena dia menyerahkan diri dan menunjukkan itu, maka kita bisa ketemukan senjatanya," jelas Saud.

Sebelumnya diberitakan, pencarian senjata ini dilakukan polisi setelah mendapat keterangan dari enam rekan M yang telah tertangkap polisi pada November 2011 lalu. Mereka ini menyelundupkan senjata dari Filipina Selatan, melewati Malaysia dan Kalimantan, untuk disalurkan kepada kelompok teroris lainnya.

Senjata-senjata milik M termasuk yang diselundupkan. Ia menyembunyikan senjata itu sekitar 200 meter sebelah utara kampus Fakultas Teknik UI di dalam tanah sedalam sekitar 30 sentimeter.