Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 05:35 WIB
Strategi Faisal Menghadapi Konstelasi DPRD Jika Terpilih
Fabian Januarius Kuwado | Benny N Joewono | Jumat, 10 Februari 2012 | 19:58 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan calon gubernur DKI Jakarta jalur independen, Faisal Basri dan Biem Benjamin optimis tidak akan larut dalam tarik menarik kepentingan dengan DPRD jika terpilih menjadi gubernur nantinya.

Pasalnya, kekhawatiran tersebut muncul karena anggota DPRD merupakan perwakilan dari partai politik, sementara ia jalur independen.

Meski demikian, Faisal mengaku tak gentar melihat prediksi peta politik yang mungkin saja terjadi jika ia terpilih. Ia mengaku jalur independen yang menjadi pilihannya memberikan keuntungan karena memiliki hubungan langsung ke rakyatnya.

"Memang DPRD berani melawan rakyat? Memang kantor DPRD mau diduduki sama rakyat?" Tegasnya saat diwawancarai wartawan di Rumah Independen, Jl. Tebet Barat 1, No. 23, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (10/2/2012).

Ia juga mengkritik bahwa selama ini, program yang dijalankan pemerintah daerah bukan aspirasi rakyat. "Jalan layang Antasari bukan program rakyat itu, seharusnya bikin jembatan supaya warga aman. Perbaikan jalan di gang-gang saja, selama ini swadaya masyarakat sendiri," lanjutnya.

Faisal menilai, jika peraturan yang dibuat pemerintah daerah sesuai dengan aspirasi masyarakat, tentunya tak akan mendapat tentangan dari DPRD. "Kita ajak DPRD itu untuk dekat dengan rakyat," ujarnya.

Hingga kini, Faisal-Biem telah berhasil mengumpulkan 540 ribu lebih dukungan KTP dari 265 kelurahan yang ada di Jakarta. Dengan demikian, pasangan yang mengaku tak tertarik dengan jalur politik partai tersebut berhak mendaftarkan diri ke KPUD yang telah membuka pendaftaran dari tanggal 8 - 13 Februari 2012.

Rencananya, pasangan tersebut akan menyerahkan berkas dukungan ke KPUD esok, Sabtu (11/2/2012).