dokumentasi beritabogor.com
Bus Karunia Bakti nyungsep di Puncak setelah menabrak sejumlah mobil dan motor, Jumat (10/2/2012) malam.
JAKARTA, KOMPAS.com — Transportasi nasional kembali terhenyak dengan musibah tabrakan maut bus Karunia Bakti di Cisarua, Bogor, yang menewaskan 14 orang dan melukai 40 orang.
"Ini akibat pengawasan terhadap pemilik bus yang lemah dan pembinaan kepada para sopir yang sangat lemah serta lebih mengutamakan setoran, sehingga kecelakaan bus seperti ini sering terjadi," kata anggota Komisi V DPR, Saleh Husin, di Jakarta, Sabtu (11/2/2012).
Menurut Saleh Husin, secara kasat mata masyarakat bisa melihat bagaimana perilaku sopir bus ketika mengemudi di jalan raya. Mereka melaju dengan kecepatan tinggi dan ugal-ugalan.
"Pengawasan bus dan perilaku sopir yang membahayakan jiwa orang lain seperti ini harus menjadi perhatian serius Ditjen Perhubungan Darat dalam memberikan izin maupun pemeriksaan berkala terhadap bus angkutan umum. Juga jangan ragu mencabut izin perusahaan bus tersebut bila bersalah sehingga ada efek jera," ujarnya.

