KOMPAS/RATIH PRAHESTI SUDARSONO
Mobil antiranjau paku milik Ditlantas Polda Metro Jaya yang mulai dioperasikan Kamis (19/1/2012) ini untuk membersihkan paku di jalan raya.
JAKARTA, KOMPAS.com — Maraknya ranjau paku yang bertebaran di jalan-jalan Ibu Kota Jakarta sungguh sangat meresahkan. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi semata, tetapi juga membahayakan nyawa para pengguna jalan.
Karena itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya begitu serius dalam menyikapi ancaman keselamatan ini. Melalui jajaran Amdal Lantas Polda Metro Jaya, Polantas melakukan razia paku secara rutin setiap hari selepas apel pagi.
Saat ini, operasi razia ranjau paku ini difokuskan di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat karena di sana terdapat banyak titik-titik kerawanan. Menggunakan mobil patroli penyisir ranjau paku, Polantas melakukan aksi bersih-bersih ini dari pukul 06.00 sampai pukul 08.00 WIB. Hasilnya pun tidak sedikit. Ratusan paku berjenis paku biasa, bintang, plat kecil tajam, dan pecahan pisau cutter berhasil disisir petugas.
Kepala Seksi Amdal Lantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris A Syafiq mengatakan, tujuan dari operasi rutin ini adalah memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi para pelaku lalu lintas. "Baik pengendara mobil maupun motor," ujar Ajun Komisaris Syafiq.
Penyisiran dimulai dari kawasan Jakarta Pusat, seperti Jalan Majapahit, Jalan Abdul Muis, Jalan Merdeka Utara, dan Jalan Veteran. Sementara di wilayah Jakarta Barat dilakukan penyisiran di ruas Jalan Gajah Mada, tepatnya pada putaran balik Hayam Wuruk, Jalan IR Juanda, dan ruas Jalan Suryo Pranoto.
Titik-titik tersebut menjadi fokus petugas karena di daerah tersebut memang rawan ranjau paku. Syafiq mengatakan, petugas sering melihat pengendara sepeda motor menuntun kendaraannya akibat bocor, terutama di wilayah sekitar Roxy. "Dan terbukti di daerah tersebut banyak tebaran paku yang ditemukan," kata Syafiq.
Syafiq mengatakan, saat melakukan razia ranjau paku, pihaknya juga kerap memberikan pengarahan kepada para tukang tambal ban. Pengarahan ini menjadi upaya pencegahan terjadinya penebaran ranjau paku.
"Agar para tukang tambal ban tidak mencari nafkah dengan cara menebar ranjau paku. Kami juga optimis dalam waktu dekat akan menangkap pelaku penebar ranjau paku apabila ada buktinya," kata Syafiq.

