Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 06:00 WIB
Diskusi
Berita Seks dan Kekerasan Laku, tapi Tak Mencerdaskan
| Hertanto Soebijoto | Sabtu, 11 Februari 2012 | 11:07 WIB
|
Share:
SHUTTERSTOCK Dalam sebuah penelitian, pria memikirkan seks sampai 19 kali sehari dan perempuan hanya 10 kali sehari

JAKARTA, KOMPAS.com — Blood, money, and woman atau disingkat BMW dalam pemberitaan media saat ini sudah tidak laku lagi di mata masyarakat.

"BMW itu memang pemberitaan yang jitu bagi pers untuk memanjakan pemirsa, namun itu sudah tidak laku lagi di masyarakat," ujar anggota Dewan Pers, Wina Armada, dalam dialog Polemik bertajuk "Pers Kita Hari Ini" di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/2/2012).

Menurut Wina, saat ini peradaban masyarakat Indonesia sudah meningkat sehingga pola pikir pun berubah dan masyarakat sudah tidak berminat melihat pemberitaan yang berbau unsur "man taste" yang selalu melibatkan kekerasan, seks, dan darah.

Justru, Wina mengungkapkan, kini tidak selalu berita buruk tersebut merupakan berita bagus bagi media. Sebaliknya, berita baik pun menjadi suatu pemberitaan yang bagus untuk disampaikan oleh media kepada publik.

Sementara itu, sosiolog Universitas Indonesia, Thamrin Tomagola, juga menuturkan bahwa pemberitaan dengan unsur "man taste" memang diminati masyarakat kalangan bawah. Namun, pemberitaan tersebut tidak mencerdaskan publik.

"Seks dan kekerasan menjadi laku dan rating tinggi, tapi itu tidak mencerdaskan publik," kata Thamrin.

Sumber :