Kompas/Andreas Maryoto
Posko organisasi kemasyarakatan yang dirusak massa di pertigaan Jalan Tanah Kusir Raya - Jalan Bendi Besar, Jakarta Selatan, Senin (13/2/2012).
JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang perempuan anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) ikut diamankan pihak kepolisian dalam bentrok antarormas di Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Senin (13/2/2012) siang tadi.
Ella (44), nama perempuan itu, termasuk dalam pihak penyerang, yang berakibat rusaknya pos salah satu ormas. Kepada penyidik Polrestro Jakarta Selatan, Ella menjelaskan bahwa dia adalah anggota baru ormas F. "Baru kali ini ikut-ikut gituan, cuma buat ngilangin stres," kata warga Joglo, Jakarta Barat, itu.
Ia enggan menjelaskan saat ditanyai penyidik mengenai stres atau tekanan apa yang sedang dialaminya. Ella dan dua rekannya dicegat petugas kepolisian saat melarikan diri seusai menghancurkan pos ormas lawan. Pelarian mereka dengan mobil Mitsubishi Galant B 1001 BV terhalang oleh pintu kereta yang menutup karena melintasnya sebuah kereta.
Dengan dialek Betawi yang kental, wanita ini terus mengelak saat ditanyai soal barang bukti berupa keris dan golok yang diamankan polisi dari mobil tersebut. "Saya duduk di belakang. Enggak ada senjata tuh, cuma air Aqua doang," Ella mengelak.
Ia berkali-kali bersumpah demi meyakinkan polisi. Namun, penyidik tetap berupaya mengorek keterangannya seputar penyerbuan ke pos salah satu ormas. "Urusan saya bukan di berantem, saya cuma ikut-ikutan doang. Percaya kata saya, deh, Pak," ujar Ella yang tampil sporty dengan baju casual, celana jins, dan sepatu kets.
Ella dan dua rekannya, Daroni dan Rusdy, keduanya warga Joglo, Jakarta Barat, melengkapi jumlah tersangka bentrok Tanah Kusir menjadi delapan orang. Sebelumnya, polisi telah mengamankan lima warga Kebayoran Baru yang terlibat penyerangan. Mereka adalah Mawi (satpam), Adi Saputra (debt collector), Mahyudi (juru parkir), Puri (juru parkir), dan Irwandi (tukang ojek).
Dari tangan mereka, polisi menyita tiga golok, satu air softgun, dan sebuah ketapel. Adapun puluhan penyerang lainnya berhasil melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor ke arah Bintaro. Tidak ada korban jiwa dan korban luka dalam peristiwa ini.
