KOMPAS/SUSI IVVATY
Demo anti-FPI berlangsung di Bundaran Hotel Indonesia, Selasa (14/2/2012).
JAKARTA, KOMPAS.com — Dua orang tak dikenal turut ditangkap aparat kepolisian dalam unjuk rasa menolak Front Pembela Islam (FPI) oleh Gerakan Indonesia Tanpa FPI di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (14/2/2012). Salah seorang di antaranya kedapatan membawa senjata tajam.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, petugas polisi berseragam coklat langsung menyergap kedua orang berjaket biru itu dan langsung menggotong mereka ke mobil tahanan. Menurut saksi mata bernama Dimas (21), setelah penangkapan tersebut, polisi mengamankan sebuah tas kecil berwarna hitam berisi senjata tajam. "Polisi ngasih ke temannya, 'Ini tas punya orang itu, isinya senjata tajam,'" ujar warga Jalan Cibubur II, Jakarta Timur, itu. Dimas tidak dapat memastikan isi tas itu karena polisi tersebut langsung pergi saat ia mendekat.
Dengan penangkapan dua orang tak dikenal tersebut, polisi telah menahan lima orang dalam unjuk rasa tersebut. Satu orang di antaranya diketahui bernama Bandi, yang merupakan salah satu peserta aksi, sementara empat lainnya tak dikenal. Kelima orang tersebut langsung dibawa dengan mobil tahanan berwarna hitam ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan.
Sebelumnya, elemen masyarakat menggalang dukungan melalui situs mikroblog Twitter dengan menamakan diri "Gerakan #IndonesiaTanpaFPI". Aksi unjuk rasa itu berlangsung hingga pukul 18.00 WIB.

