KOMPAS/AMBROSIUS HARTO MANUMOYOSO
Polisi akhirnya membongkar blokade drum berisi betoni di pintu masuk SPBG Jalan Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (16/2/2012).
JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Jalan Pemuda, Pulo Gadung, Jakarta Timur mengeluhkan penyegelan yang dilakukan pihak ahli waris sejak pagi tadi. Hal tersebut disampaikannya saat penyegelan tengah berlangsung.
"Operasi kami sangat terganggu, bajaj isi di sini semua, apalagi transjakarta, saya yang paling kasihan karena berdampak pada rakyat kecil yang naik busway, bajaj," kata Bayu Setya Yudha, pengelola SPBG Jalan Pemuda kepada wartawan, Kamis (16/2/2012).
Dalam sehari, biasanya SPBG melayani 35.000 liter per harinya dengan perkiraan transjakarta sekitar 230 unit, mobil umum sekitar 300 terdiri dari taksi, mikrolet dan bajaj. "Kalau seharian ditutup begini, kami bisa rugi Rp 120 juta," katanya.
Bayu mengatakan, seharusnya yang berhak melakukan penyegelan adalah pengadilan, bukan ahli waris karena pihak yang bersengketa antara PT Pertamina Pusat dengan pihak ahli waris. "Kami minta lebih tegas lagi dalam menindak ini, penyegelan ini harusnya oleh pengadilan," ujarnya.
Sementara, sekitar 20 meter dari SPBG tersebut, sebuah bus transjakarta bernomor polisi B 7517 IX dengan nomor operasi JTM-013 mogok akibat kehabisan bahan bakar gas. "Sebenarnya masih ada 20 bar, cuma nggak cukup lah buat jalan, biasanya ngisi di sini," ujar Agie H (30), pengemudi transjakarta.
Untuk itu, Agie mengatakan, pihaknya tengah menunggu bus transjakarta yang melintas untuk mengambil bahan bahan bakar gas. "Jadi lagi nunggu yang lewat, disedot ya untuk ke stasiun BBG Kampung Rambutan," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan Kompas.com, aksi unjuk rasa kembali terjadi di SPBG Jalan Pemuda, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Puluhan orang dari pihak ahli waris tanah tersebut menuntut PT Pertamina untuk segera membayarkan ganti rugi tanah seluas 3.150 meter.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi kejadian, aksi tersebut dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Puluhan orang yang mengenakan kaos kuning tersebut kemudian menutup akses masuk ke dalam SPBG dengan menempatkan tong berisi cor semen dan batu kerikil sehingga menyebabkan aktivitas pengisian bahan bakar gas terganggu.

