KOMPAS/M CLARA WRESTI
Wagub DKI Prijanto dengan bukunya berjudul "Kenapa Saya Mundur". Buku itu berisi alasan kenapa dirinya mundur dari jabatannya sebagai Wagub DKI Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah rapat paripurna pengunduran dirinya batal pada 25 Januari lalu, Prijanto kembali hadir di DPRD DKI Jakarta untuk memaparkan alasan pengunduran dirinya secara lisan. Alasan yang dikemukakannya di hadapan para pimpinan dewan hari ini, isinya kurang lebih sama dengan isi bukunya yang berjudul "Kenapa Saya Mundur dari Wagub DKI Jakarta".
"Alasannya ada di dalam buku. Isinya persis sama dengan yang saya tulis di buku," kata Prijanto, seusai bertemu dengan para pimpinan dewan di gedung DPRD DKI, Jakarta, Kamis (16/2/2012).
Ia menjelaskan bahwa buku yang ditulisnya tersebut murni berisi alasan pengunduran dirinya secara gamblang dan tidak ada maksud menyudutkan pihak lain. Buku tersebut ditulisnya juga sebagai wujud pembelaannya karena pascapengajuan pengunduran dirinya, ia dianggap sebagai pemimpin yang tidak bertanggung jawab.
"Buku itu pembelaan saya, karena orang-orang menyalahkan saya tidak tanggung jawab," tutur Prijanto.
Pada pertemuan yang berlangsung selama 90 menit tersebut, para pimpinan dewan tidak mengemukakan tanggapan mengenai alasan pengunduran dirinya. Tanggapan itu nantinya akan diungkapkan pada Rapat Paripurna yang belum tahu kapan akan dijadwalkan.
"Akhirnya, saya dapat kesempatan cerita pada fraksi. Tanggapan dari dewan akan ada di rapat paripurna," ujar Prijanto.
Dalam rapat paripurna yang sedang menunggu jadwal pasti, ia akan membeberkan kembali alasan pengunduran dirinya tersebut. "Menurut peraturan Kemendagri, saya akan menjelaskan langsung di paripurna," tandasnya.

