BERITAPRIMA.COM
Petugas KPU Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan verifikasi data.
JAKARTA, KOMPAS.com - Tahap verifikasi bakal calon Gubernur DKI Jakarta melalui jalur perseorangan masih terus berlangsung hingga beberapa minggu ke depan. Dalam perjalanannya, banyak ditemukan tanda tangan palsu dalam berkas dukungan warga.
Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, Jamaluddin F Hasyim, membenarkan hal tersebut. Bahkan, ia memang sudah memprediksi kemungkinan pemalsuan tanda tangan warga dalam berkas dukungan akan terjadi. Untuk itu, pihaknya menyelenggarakan proses verifikasi ini.
"Sudah diperkirakan ada hal-hal semacam ini. Seperti pemalsuan tanda tangan, juga KTP ganda," kata Jamal ketika dihubungi, Kamis (16/2/2012).
Ia menjelaskan bahwa proses verifikasi administrasi dan faktual yang dilakukan saat ini memang untuk mengantisipasi adanya kecurangan. Ini juga sekaligus untuk memeriksa adanya pelanggaran dukungan seperti KTP ganda, KTP kadaluwarsa, dan pemalsuan tanda tangan.
"Itu biasa dan pasti terjadi, kami ingin melihat berapa dokumen yang valid. Maka itu ada verifikasi," ujar Jamal.
Ketika dikonfirmasi terkait jumlah tanda tangan palsu, ia menolak untuk memberitahukan jumlahnya saat ini. Ia berpendapat bahwa jumlah tersebut akan direkap sampai berakhirnya proses verifikasi pada 27 Februari 2012 nanti.
"Nanti akan diumumkan setelah tanggal 27 Februari. Kami masih melakukan proses verifikasi. Petugas PPS baru akan memanggil nama yang tercantum mulai besok," tandasnya.

