KOMPAS/AMBROSIUS HARTO MANUMOYOSO
Polisi akhirnya membongkar blokade drum berisi betoni di pintu masuk SPBG Jalan Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (16/2/2012).
JAKARTA, KOMPAS.com - Tong berisi cor campuran batu kerikil dan semen yang ditempatkan di akses masuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Jalan Pemuda, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis (16/2/2012), akhirnya dibongkar oleh pihak ahli waris sendiri. Dengan demikian, aktivitas pengisian bahan bakar gas pun normal kembali.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi kejadian, pembongkaran dilakukan oleh belasan orang dari ahli waris H Amsir bin Naih sekitar pukul 14.00 WIB. Belasan tong berisi cor campuran semen dan kerikil digulingkan ke tepi jalan untuk memudahkan akses masuk ke SPBG. Akibat dari aktivitas tersebut, sisa-sisa cor tumpah ke jalan sehingga menyebabkan penumpukan. Pihak ahli waris bersama-sama membersihkan sisa tumpahan tersebut.
Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, Komisaris Besar Saidal Mursalin di lokasi SPBG mengungkapkan, pembongkaran tersebut dilakukan setelah diadakan perundingan antara pihak ahli waris dengan PT Pertamina Pusat di Polsektro Pulo Gadung.
"Memang harus dibongkar, kami sudah rundingkan ahli waris dengan Pertamina. Hasilnya ya harus diselesaikan di pengadilan. Kami berikan pemahaman, ya mereka paham," ujarnya.
Puluhan orang dari pihak ahli waris tanah tersebut menuntut PT Pertamina untuk segera membayarkan ganti rugi tanah seluas 3.150 meter. Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut sempat menutup akses masuk ke dalam SPBG dengan menempatkan tong berisi cor semen dan batu kerikil. Aksi tersebut dijaga oleh 74 petugas gabungan dari Brimob dan Koramil.
Proses hukum sengketa tanah tersebut sebenarnya telah diputuskan dengan ketetapan Mahkamah Agung tahun 2003 silam yang memenangkan pihak ahli waris, namun PT Pertamina belum juga membayarkan tanah tersebut atas alasan kejelasan kepemilikan di atas tanah seluas 3.150 meter persegi tersebut. Pihak ahli waris mengatakan jika Pertamina tidak kunjung membayarkan tanah tersebut, pihaknya akan melakukan unjuk rasa kembali.
Dengan dibukanya segel cor tersebut, aktivitas pengisian bahan bakar gas pun kembali berjalan normal. Di SPBG tersebut sudah tampak bus transjakarta dan angkutan umum yang melakukan pengisian bahan bakar.

