Fabian Januarius Kuwado
Anggota PP dan Anggota FBR tampak berfoto bersama di depan pos FBR yang dirusak oleh sekelompok masa, Selasa (14/2/2012).
JAKARTA, Kompas.com — Panglima Forum Betawi Rempuq (FBR) Jabodetabek menilai bentrok berulang yang terjadi antara organisasinya dan salah satu organisasi kepemudaan adalah ulah segelintir oknum. Ia juga menilai ada provokator yang memicu terjadinya saling serang antarorganisasi kemasyarakatan.
"Itu ulah beberapa oknum. Kami tidak pernah mengorganisir anak buah untuk menyerang," kata Syahrul, Panglima FBR Jabodetabek, saat dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (16/2/2012).
Karena ulah oknum, Syahrul menjelaskan, bentrokan yang terjadi justru baru diketahui kemudian oleh pihaknya. Ia juga menyatakan tidak dapat mengawasi anak buahnya satu per satu.
"Itu tugas dari Korwil (koordinator wilayah), misalnya terjadi di Jakarta Selatan, tanya saja ke korwil sana," kata Syahrul.
Sebagai pimpinan FBR se-Jabodetabek, Syahrul menyatakan, tugasnya masih cukup banyak dan tidak terbatas pada urusan mengatur insiden-insiden kecil seperti yang terjadi akhir-akhir ini. Syahrul juga menegaskan, pihak FBR tidak lepas tangan terhadap peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini.
Namun, untuk kebijakan dan tindakan sebagai organisasi, ia menyerahkan sepenuhnya ke pimpinan pusat. Ia juga mensinyalir pemicu aksi saling serang adalah ulah provokator. "Ini ada provokatornya yang bakar-bakar bendera, rusakin ini-itu," kata Syahrul.
Akibat tindakan tersebut, ada sejumlah anggota yang melakukan aksi balas dendam dengan melakukan penyerangan ke pos atau markas pihak lain. Sebab itu, ia menilai motif terjadinya aksi saling serang adalah balas dendam antaranggota ormas.

