KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
Calon gubernur independen DKI Jakarta, Faisal Basri
JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta, Ramdansyah, mengklaim namanya dicatut sebagai salah satu pendukung salah satu calon independen yakni pasangan Faisal Basri-Biem Benyamin. Menanggapi hal tersebut, Faisal mengatakan sedang menelusuri awal perkara tersebut.
"Kami masih belum tahu dicatut atau apa. Itu bisa macam-macam. Jadi kami sedang telusuri kenapa," kata Faisal kepada Kompas.com ketika berjumpa secara khusus di kediamannya di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (18/2/2012).
Ia menjelaskan bahwa ada kemungkinan tim relawannya yang bertugas mengumpulkan dukungan saat itu meminta fotokopi pada saat yang bersangkutan tidak ada di rumah atau hanya minta fotokopi KTP pada satu orang saja di tiap rumah.
"Karena bisa jadi relawan datang ke satu keluarga mintanya hanya ke satu orang tapi terus bilang, ya udah KTP semuanya deh sekalian. Itu sebabnya kami akan telusuri dulu," jelas Faisal.
Ia memberi contoh seperti di kawasan Halim yang ternyata sebagian besar dihuni oleh para tentara. Sesuai dengan aturan yang berlaku, para tentara ini tidak diperbolehkan untuk terlibat memberi dukungan pada seorang calon, baik independen maupun partai politik.
"Bayangkan saja di Halim, dari 18 RW, 13 RW itu isinya tentara. Akibatnya jadi banyak yang dihapus dukungannya karena ternyata tentara. Saya heran kenapa pada ngasih? Ya mungkin karena nggak tau," ujarnya.
Meski kebenaran pencatutan nama Ketua Panwaslu DKI Jakarta masih terus ditelusuri oleh pihaknya, ia merelakan bahwa satu dukungan tersebut gugur karena yang bersangkutan menyatakan tidak memberikan dukungan.
"Yang Ramdan (Ketua Panwaslu) itu pasti digugurkan. Tapi kami terus cari dukungan lagi lah. Positive thinking dan never ending lah," tandasnya.
