Kamis, 23 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Mei 2013 | 14:30 WIB
Korban Tewas RSPAD adalah "Debt Collector"
Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Kamis, 23 Februari 2012 | 12:23 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Ricky Tutu Boy dan Stanley AY Wenno diketahui bekerja sebagai penagih utang atau yang kerap disebut debt collector. Hal tersebut dikatakan Sumiyati (31), istri Stanley, saat bertemu di kamar jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2012).

"Kerjanya debt collector, tapi nggak ngerti kerjaannya kaya apa," ujarnya kepada wartawan sambil mengeluarkan air mata.

Sehari-hari, suaminya tidak pernah bercerita ada masalah dalam pekerjaannya. "Nggak ada masalah sebelumnya, tiba-tiba nemuinnya sudah mayat aja," lanjutnya.

Sumiyati mengungkapkan bahwa ia kali terakhir bertemu Stanley sekitar pukul 20.00 di rumahnya di kawasan Kramat Pulo, Kramat, Jakarta Pusat. "Dia bilang mau nengok temannya yang meninggal. Saya juga nggak kenal," lanjutnya.

Almarhum yang berasal dari Maluku tersebut diakui Sumiyati sempat memberikan uang sebesar Rp 20.000 ke anak tunggalnya, Brian Weno (13), sebelum pergi.

Sumiyati mengaku terpukul saat kali terakhir melihat jenazah Stanley karena kondisi tubuh suaminya sangat mengenaskan dengan luka besar di bagian kening dan lengan, serta luka tusuk di bagian pinggang sebelah kiri. Ia mengaku tidak tahu motif penganiayaan yang berakibat tewasnya suami yang dinikahinya 14 tahun lalu tersebut.

Sebelumnya diberitakan, terjadi bentrokan di antara dua kelompok di dalam Rumah Duka Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto di Jalan Abdul Rahman Saleh Nomor 24, Jakarta Pusat, sekitar pukul 01.30 dini hari.

Pihak kepolisian masih menyelidiki motif tewasnya dua orang tersebut. Namun, Polda Metro Jaya telah mengidentifikasi bahwa kedua kelompok yang terlibat dalam bentrokan berasal dari sesama kelompok pemuda daerah tertentu.

Editor :
A. Wisnubrata