Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 06:59 WIB
Garuda Tanam Mangrove di Pantai Indah Kapuk
Haryo Damardono | Robert Adhi Ksp | Kamis, 23 Februari 2012 | 14:12 WIB
|
Share:

KOMPAS/ALIF ICHWAN
Ilustrasi: Hutan mangrove.

JAKARTA, KOMPAS.com — Garuda Indonesia menanam 93 "guludan" atau sebanyak 18.600 bibit tanaman mangrove untuk lahan seluas 1 hektar di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Kamis (23/2/2012).

Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Garuda Indonesia pada lingkungan, dan sebagai bagian dari "Corporate Social Responsibility (CSR)" Garuda Indonesia, khususnya kepedulian terhadap pelestarian alam.

Penanaman bibit mangrove yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil tema "Garuda Indonesia for a Greener Environment".  

Penanaman bibit tanaman mangrove tersebut dilaksanakan secara bersama-sama oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, dan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar. Hadir dalam kesempatan tersebut Deputi Menteri BUMN Bidang Restrukturisasi dan Privatisasi Achiran Pandu Djajanto, Deputi IV Kementerian Lingkungan Hidup Masnellyarti, dan Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono.  

Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar, mengatakan bahwa program penanaman bibit tanaman mangrove di kawasan Pantai Indah Kapuk ini merupakan salah satu bagian dari program Bina Lingkungan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (PKBL-BUMN) dan CSR Garuda Indonesia.

"Saya berharap program penghijauan ini dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar, yakni dapat menjaga pesisir dari abrasi dan banjir serta dapat menjadi paru-paru kota yang bermanfaat bagi kesehatan lingkungan," Kata Emirsyah, dalam surat elektroniknya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, sangat menghargai upaya Garuda Indonesia untuk melaksanakan kegiatan penghijauan yang menjadi salah satu bagian dari program Bina Lingkungan BUMN.

"Kiranya program Garuda Indonesia for a Greener Environment ini, yang juga dilaksanakan bersama Pemda DKI akan membantu pemeliharaan dan penyelamatan kawasan ekosistem di kawasan Pantai Indah Kapuk, maupun bagi kawasan dan masyarakat Jakarta pada umumnya," tambah Fauzi Bowo.  

Sementara itu, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengucapkan terima kasih kepada Garuda Indonesia atas bantuan dan dukungannya terhadap pelestarian lingkungan di Kota Jakarta. Semoga program ini dapat terus berlangsung demi terciptanya lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan bebas dari polusi.

"Pelaksanaan program penghijauan lingkungan oleh Garuda Indonesia ini tentunya berdampak positif bagi lingkungan, karena dengan semakin banyaknya tanaman, secara langsung dapat menghasilkan O2 (oksigen) yang sangat diperlukan manusia, dan sebaliknya dapat menyerap CO2 (karbondioksida), yaitu udara kotor hasil gas buangan sisa pembakaran (polusi)," jelas Zulkifli Hasan.  

Oleh karena jumlah penanaman menggunakan metode "guludan" dengan jumlah banyak tersebut sampai saat ini belum ada yang melakukannya, maka Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan sertifikat MURI pada Garuda Indonesia sebagai "Penanaman Mangrove dengan Sistem Guludan Terbanyak untuk 18.600 Bibit Mangrove".

Pemberian sertifikat MURI diberikan secara simbolis oleh pendiri MURI, Jaya Suprana, kepada Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar pada kesempatan yang sama.  

Penanaman bibit mangrove menggunakan metode "guludan", merupakan inovasi teknologi tepat guna dalam penanaman mangrove pada lahan yang tergenang air yang dalam, yakni dengan cara membuat sebuah "guludan" berbentuk cerucuk bambu dengan ukuran tertentu yang berukuran 4 meter (lebar) x 6 meter (panjang) x 2 meter (dalam).

Metode tersebut merupakan inovasi yang diciptakan oleh peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Cecep Kusmana, MS.  

Selain penanaman tanaman mangrove, Garuda Indonesia juga melaksanakan program CSR dengan memberikan buku recycle paper sebanyak 10.000 eksemplar kepada 3 sekolah di wilayah Jakarta Utara, antara lainnya adalah SD 05, 06, 07, dan SMP 122 Kapuk Muara, serta SMU 40 Pedemangan dan SMU 41 Sunter. Buku recycle paper tersebut merupakan hasil daur ulang dari dokumen dan tiket bekas Garuda Indonesia selama ini.