Agnes Rita Sulistiawaty/KOMPAS
Hasan Basri, tukang Ojek yang menjadi korban salah tangkap.
JAKARTA, KOMPAS.com - Siti Khotimah (41), istri Hasan Basri (41), pengojek sepeda motor yang diduga korban salah tangkap oleh Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Pusat, terus menerima teror melalui telepon, pesan singkat, dan ditemui orang tak dikenal.
Demikian diutarakan oleh pengacara publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Maruli Tua Rajagukguk, Jumat (24/2/2012) kepada Kompas. "Teror terjadi sejak LBH menjadi kuasa hukum Hasan Basri," katanya.
Maruli memaparkan, dugaan teror pertama terjadi pada Kamis (16/2/2012) sore. Waktu itu, dua lelaki yang diduga petugas Polres Metro Jakpus mendatangi Siti Khotimah dan meminta mencabut kuasa dari LBH.
Yang kedua terjadi pada Senin (20/2/2012) malam. Sekitar pukul 21.00 WIB, Siti Khotimah ditelepon dan minta agar menemui seorang lelaki yang mengaku petugas Polres Metro Jakpus. Si penelepon juga meminta agar keluarga mencabut kuasa dari LBH.
Dugaan teror ketiga terjadi pada Kamis (23/2/2012) siang. Seorang lelaki datang ke pangkalan ojek Lapangan Banteng di mana sejak Hasan Basri ditangkap pada 9 November 2011, perannya sebagai pengojek digantikan oleh Siti Khotimah.
Lelaki itu meminta Siti Khotimah agar mengantar ke Tanah Abang. Namun, istri Hasan Basri itu menolak dan curiga dengan lelaki tersebut.
Malah, lelaki itu marah dan mengancam Siti Khotimah. Untunglah sesama pengojek melindungi Siti Khotimah sehingga lelaki tak dikenal itu tidak berani dan bergegas pergi.
Adapun Hasan Basri dituduh terlibat dalam pencurian dengan kekerasan dengan korban seorang lelaki bernama Manurung di suatu pemondokan di Jalan Waja, Kemayoran, Jakarta Pusat, Oktober 2011.
Hasan Basri membantah terlibat. Bahkan, salah satu tersangka pelaku bernama Reza yang sudah ditangkap petugas serta korban pernah menyatakan Hasan Basri bukan satu dari lima orang pelaku.
Namun, pernyataan dari tersangka dan korban itu tidak digubris petugas. Bahkan, Hasan Basri menjalani persidangan sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
