KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menjawab pertanyaan wartawan dalam acara silaturahmi bersama wartawan, di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (13/2/2012). Dalam silahturahmi selama satu setengah jam tersebut, presiden menjawab belasan pertanyaan terkait permasalahan yang terjadi di Indonesia belakangan ini, seperti kasus GKI Yasmin di Bogor, rencana pembelian pesawat kepresidenan, penuntasan kasus Bank Century hingga penanganan korupsi.
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarga, Jumat (24/2/2012) sore, menjalani proses pendataaan untuk pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor.
Presiden beserta keluarga menjadi warga pertama di lingkungan Kecamatan Gunung Putri yang menjalani proses pembuatan e-KTP. Anggota keluarga Presiden tersebut adalah Ibu Negara Ani Yudhoyono, putra bungsu Edhie Baskoro dan istri, Aliya Rajasa. Turut mengikuti proses pembuatan e-KTP, antara lain Menko Politik, Hukum, dan HAM Djoko Suyanto serta Ketua RW Puri Cikeas Suroto dan ibu.
Setelah Presiden beserta keluarga difoto, secara bergantian sidik jari Presiden dan keluarga dipindai dengan menggunakan alat yang tersedia. Selanjutnya, Presiden dan keluarga juga menjalani pemindaian retina mata.
Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, yang turut mendampingi Presiden, mengatakan bahwa pemerintah menargetkan proses pengumpulan data untuk e-KTP selesai pada Oktober 2012.
Di Bogor, ada sekitar 3,4 juta warga yang akan menjalani proses pembuatan e-KTP. Di Kecamatan Gunung Putri, terdapat 292.000 jiwa yang akan menjalani proses tersebut.
Gamawan kembali menegaskan, proses pembuatan e-KTP ditargetkan tuntas pada Desember 2012. Jika tak selesai, dirinya akan mengundurkan diri sebagai Menteri Dalam Negeri. Jumlah warga yang wajib mengikuti proses e-KTP mencapai 172 juta jiwa.
