Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 05:59 WIB
Ada Noda Darah di Baju John Kei
Sabrina Asril | Latief | Sabtu, 25 Februari 2012 | 18:54 WIB
|
Share:
TRIBUNNEWS/SRIHANDRIATMO MALAU John Kei, saat dibawa ke ruang rontgen di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Sabtu (18/2/2012) lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Metro Jaya menyita seluruh pakaian keenam tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap mantan bos PT Sanex Steel Indonesia (SSI), Tan Harrya Tantono alias Ayung (45). Salah satu pakaian adalah milik John Kei yang terdapat noda darah.

Masih menunggu hasil dari Labfor untuk pastikan darah siapa itu.
-- Toni Harmanto

"Ya, ada noda darah di pakaian JK (John Kei)," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Toni Harmanto, Sabtu (25/2/2012), di Mapolda Metro Jaya.

Namun, Toni melanjutkan, pihaknya masih belum bisa memastikan apakah darah itu milik Ayung atau bukan.

"Masih menunggu hasil dari Labfor untuk pastikan darah siapa itu," ucap Toni.

Diberitakan sebelumnya, Ayung ditemukan tewas bersimbah darah di kamar 2701 Swiss-belhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada tanggal 26 Januari 2012 lalu. Ayung tewas dengan 32 luka tusuk di bagian leher, perut dan pinggang.

Tak lama setelah kejadian, tiga orang tersangka yakni Tuce Kei, Ancola Kei, Candra Kei, menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya. Kemudian, polisi membekuk lagi dua orang lainnya, yakni Dani Res dan Kupra.

Terakhir, polisi membekuk John Kei yang diduga menginstruksikan pembunuhan itu. Pembunuhan ini diduga terkait penagihan jasa honor debt collector anak buah John Kei yang digunakan Ayung. Nilai fee itu mencapai Rp 600 juta.