Selasa, 21 Oktober 2014

News / Megapolitan

Tak Ada yang Tahu Pegadaian Tanjung Barat Dirampok

Kamis, 8 Maret 2012 | 15:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komplotan perampok bersenjata api beraksi di sebuah kantor Pegadaian di Jalan Raya Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Kamis (8/3/2012) siang. Aksi para perampok di tengah siang bolong ini tergolong rapi karena tak ada satu pun warga di sekitar kantor itu yang menyadari ada aksi perampokan.

Saman, petugas bengkel sepeda motor yang ada di samping kantor Pegadaian, mengaku tak tahu-menahu adanya aksi perampokan itu. Padahal, saat kejadian dirinya sedang memperbaiki sepeda motor di luar bengkel yang langsung bersebelahan dengan kantor Pegadaian.

"Saya enggak tahu ada perampokan itu. Tahunya pas polisi datang sekitar pukul 11.30, bilang di sini ada yang kerampokan. Tahunya di kantor Pegadaian di samping bengkel dan ada korban disandera," tutur Saman, Kamis siang, saat dijumpai di lokasi kejadian.

Saat mencoba memasuki kantor Pegadaian bersama dua anggota polisi, ternyata pintu luar kantor yang berukuran 3 x 5 meter ini dalam keadaan terkunci. Saman kemudian mengambil peralatan untuk membobol pintu itu.

"Saat saya masuk dengan polisi di situ ada tiga orang laki-laki dan seorang perempuan, sudah termasuk sekuriti. Yang perempuan dimasukkan ke sebuah ruangan yang pintunya sudah terbuka. Tangan mereka sudah dilepas dari tangan yang sebelumnya terikat," ucap Saman.

Menurut Saman, kondisi di dalam kantor Pegadaian saat itu terbilang cukup rapi. "Enggak berantakan. Rapi kondisinya. Hanya para korban yang perempuan cukup shock tampangnya," kata Saman.

Hingga Kamis sore, petugas kepolisian masih ada di lokasi kejadian, mulai dari reserse Polres Metro Jakarta Selatan hingga Direktorat Reserse Umum Polda Metro Jaya. Sementara empat orang petugas yang menjadi korban saat ini masih dimintai keterangan di Polres Metro Jakarta Selatan.

Diberitakan sebelumnya, perampokan di kantor Pegadaian Jalan Raya Lenteng Agung, di depan Stasiun Tanjung Barat, terjadi pada pukul 11.10. Pelaku diperkirakan lebih dari empat orang dengan menggunakan senjata api. Modus yang digunakan para pelaku ini adalah dengan menodong kepala korban dengan senjata api.

Para pelaku kemudian mengikat korban dengan tali, lalu menggasak barang-barang di dalam brankas. Setelah selesai merampok, pelaku kemudian meninggalkan Pegadaian dengan mengunci pintu.


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Hertanto Soebijoto