Raka Terancam 12 Tahun Penjara - Kompas.com

Raka Terancam 12 Tahun Penjara

Imanuel More
Kompas.com - 12/03/2012, 16:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta selaku penyidik akan mengenakan delik penggunaan narkoba dalam kasus Raka Widyarma (20), anak Wakil Gubernur Banten Rano Karno. Penyidik menjerat perbuatan Raka yang tertangkap bersama rekannya KA (19) dengan Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan obat-obatan terlarang.

"Ancaman maksimalnya 12 tahun penjara," kata Komisaris Besar Reynhard Silitongan, Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, di kantornya, Tangerang, Banten, Senin (12/3/2012).

Ia menjelaskan, dari hasil penyidikan sementara, Raka dan rekannya adalah pemakai, bukan pengedar. Dari keduanya, petugas menyita lima tablet ekstasi dengan perkiraan nilai Rp 2 juta. Kombes Reynhard menerangkan, Raka dan rekan wanitanya (KA) yang ditangkap di sebuah rumah di Bintaro, Tangerang Selatan, pada 4 Maret lalu berstatus teman.

"Tidak ada hubungan khusus. Hanya teman biasa," kata Reynhard.

Sementara itu, nama IR dengan alamat yang menjadi tujuan pengiriman paket berupa barang bukti lima butir ekstasi adalah nama fiktif. Hal itu diketahui setelah polisi melakukan pengembangan penyelidikan atas tersangka.

"Jadi, tidak ada tersangka atas nama IR," katanya.

Paket kiriman berisi ekstasi berasal dari Malaysia dari seorang bernama Mr TAN. Barang dipesan oleh Raka melalui media online.

PenulisImanuel More
EditorHertanto Soebijoto

Terkini Lainnya

RUU Terorisme dan Perppu Ormas Dinilai Bentuk Negara Ambil Jalan Pintas

RUU Terorisme dan Perppu Ormas Dinilai Bentuk Negara Ambil Jalan Pintas

Nasional
Bersama Empat Organisasi Keagamaan, Juru Bicara FPI Gugat Perppu Ormas

Bersama Empat Organisasi Keagamaan, Juru Bicara FPI Gugat Perppu Ormas

Nasional
KTI Siapkan Aplikasi Transportasi yang Bisa Bayar Angkot Lewat Ponsel

KTI Siapkan Aplikasi Transportasi yang Bisa Bayar Angkot Lewat Ponsel

Megapolitan
Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan 'Feeder' Lewati Jalan Ini

Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan "Feeder" Lewati Jalan Ini

Megapolitan
Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

Regional
Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

Megapolitan
Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

Nasional
Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

Nasional
Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

Regional
Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

Megapolitan
Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

Regional
Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

Regional
Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

Internasional
Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

Nasional
Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

Megapolitan