Kamis, 30 Oktober 2014

News / Megapolitan

Agenda Rakyat Jadi 'Tameng' Faisal-Biem

Sabtu, 24 Maret 2012 | 15:26 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu kekhawatiran para pengamat jika gubernur DKI Jakarta mendatang berasal dari jalur indenden adalah rentannya stabilitas politik antara eksekutif dengan legislatif dalam menjalankan program-program.  Namun, ketakutan tersebut ditepis sendiri oleh salah satu bakal calon gubernur, Faisal Basri.

"Anggota DPRD itu takutnya sama siapa sih? Bukan sama Faisal-Biem tapi sama warga yang mendukung kami, karena yang kami bawa itu agenda warga, bukan agenda siapa-siapa," ujar Faisal dalam diskusi di Warung Daun Jakarta Pusat, Sabtu (24/3/2012).

Ia juga mengatakan, masalah independensi yang ia pilih dalam jalur politiknya, bukan menjadi tolak ukur apakah program-program tersebut mendapat dukungan atau tidak dari DPRD. Ia memberikan contoh saat ini partai-partai yang berkoalisi dengan Demokrat pun banyak yang tidak setuju dengan rencana kenaikan harga BBM.

"Ideologi kami independen, kami ingin mengoreksi parpol yang konyol kayak sekarang, transaksional itu. Karena itu saya tidak mau masuk parpol nanti waktu jadi penguasa," lanjutnya.

Ayah dari dua orang anak tersebut yakin masyarakat Jakarta mampu memilah-milah mana calon pemimpin yang tulus dan tidak dalam menata Jakarta ke depan. Ia juga mengatakan masyarakat Jakarta telah mampu melihat politik transaksional yang dilakukan partai politik dalam menentukan nama cagub-cawagub dalam Pilkada kali ini.

"Sangat yakin. Karena jelas terlihat partai-partai itu kenapa susah sekali cari cagub-cawagub, kan transaksional, kan urusannya duit, pada umumnya seperti itu," lanjutnya.

Oleh sebab itu, ia yakin mampu merebut hati warga Jakarta dengan jalur politik independennya. "Kami tidak transaksional, kami langsung dengan warga, jadi agenda-agenda yang kami ajukan ya kepentingan warga," tegasnya.


Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Asep Candra