Sabtu, 1 November 2014

News / Megapolitan

Soroti "Pemilih Hantu"

Sabtu, 24 Maret 2012 | 16:40 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Seluruh pihak terkait diminta mulai memberi perhatian terhadap daftar pemilih dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta pada Juli 2012 mendatang. Saat ini masalah daftar pemilih adalah isu sangat penting namun tak juga mendapat perhatian.

"Pilkada tahun 2007 banyak pemilih hantu. Apa itu? Orang yang mestinya terdaftar tapi tidak terdaftar. Orang yang mestinya tidak terdaftar kok terdaftar. Ada yang sudah meninggal terdaftar, ada yang masih bayi terdaftar. Sekarang ini belum ada diskusi atau riset tentang ini," kata M Qodari peneliti Indo Barometer, di Jakarta, Sabtu (24/3/2012).

Qodari menjelaskan, masalah daftar pemilih di Jakarta sangat krusial lantaran tingginya angka urbanisasi. Menurut dia, masalah daftar pemilih bukan hanya terkait hak warga untuk memilih, namun juga terkait potensi kecurangan.

Hal lain, ia menambahkan, hingga saat ini belum jelas seberapa jauh penerapan program e-KTP di Jakarta dan seberapa jauh pengaruh e-KTP menekan masalah seperti Pilkada 2007 terulang kembali di 2012.

"Ini yang belum pernah dibahas," ujarnya.

Partisipasi tinggi

Qodari memperkirakan tingkat partisipasi warga Jakarta untuk memilih pada Pilkada 2012 akan jauh lebih tinggi dibanding Pilkada 2007. Pasalnya, publik diberi pilihan pasangan jauh lebih banyak. Saat ini, ada 6 pasangan calon, dua pasangan di antaranya dari jalur independen. Adapun pada Pilkada 2007 hanya ada dua pasangan.

"Sekarang, setiap partai besar ada calon. Jadi, dugaan saya tingkat partisipasi akan meningkat. Kita punya pengalaman Pilpres 2004. Pada pilpres putaran pertama lebih tinggi tingkat partisipasinya dibanding putaran kedua. Hasil survei kita terakhir, 88% responden mau ikut pilkada," kata Qodari.


Penulis: Sandro Gatra
Editor : Latief