Kamis, 24 April 2014

News / Regional

Bayi Laki-laki Dibuang di Pinggir Jalan

Senin, 26 Maret 2012 | 20:48 WIB

Baca juga

BANGKALAN, KOMPAS.com - Sesosok bayi laki-laki ditemukan di pinggir jalan, di Desa Rosep, Kecamatan Blega, Bangkalan, Jawa Timur. Bayi yang dibungkus kardus tersebut, terlihat masih sehat, dengan mengenakan kaos singlet berwarna putih dan mengenakan celana pampers lengkap dengan bantalnya berwarna hijau.

Muhammad Hasib yang pertama kali menemukan bayi naas tersebut. Warga asal Kabupaten Sumenep ini mengatakan, saat hendak istirahat di sebuah gubuk dirinya melihat ada kardus terbungkus plastik merah dalam keadaan terbuka. Tidak sengaja dirinya melihat isi kardus tersebut ternyata ada bayinya.

"Pertama saya lihat bayi tersebut tidak bersuara. Saya khawatir sudah meninggal, tapi ternyata masih hidup dan langsung menangis setelah saya pegang," terang Hasib, Senin (26/03/2012), saat ditemui di Puskesmas Blega.

Hasib yang hendak menuju Surabaya itu kemudian menyampaikan temuan bayi tersebut kepada warga setempat. Tidak ada satu pun warga yang mengenali idenititas bayi tersebut, sehingga Hasib langsung melaporkannya kepada Polsek Blega.

"Karena tidak ada warga yang tahu soal bayi itu, kami bawa ke Polsek," tambahnya. Setibanya di kantor Polsek Blega, bayi yang diperkirakan berusia 1 bulan itu langsung dibawa ke Puskesmas Blega untuk dilakukan perawatan medis.

Kapolsek Blega AKP Sungkono menjelaskan, masih akan menelusuri asal usul bayi tersebut. Sebab, berdasarkan keterangan warga, tidak ada satu pun yang tahu siapa kedua orangtua bayi tersebut.

"Indikasinya jelas ini adalah dibuang oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Mengenai motif pembuangan bayi ini belum bisa kami pastikan. Namun biasanya bayi yang dibuang itu berasal dari hasil hubungan di luar nikah," terang Sungkono.

Selama dalam proses perawatan di Puskesmas, Hasib terus mendampingi bayi tersebut karena merasa iba. "Saya tidak tega melihat bayi itu jika harus ditinggalkan tanpa orangtua," ungkapnya lirih.

Dirinya bersedia merawat bayi tersebut sampai dewasa, jika memang kedua orangtua bayi tersebut tidak mengakuinya.


Penulis: Taufiqurrahman
Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo