Selasa, 30 September 2014

News / Megapolitan

PBB: Kenaikan BBM Hanya Berdampak Buruk bagi Rakyat

Selasa, 27 Maret 2012 | 16:27 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Para pengunjuk rasa yang tadi sempat berorasi terkait penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di seputar Bundaran Hotel Indonesia (HI) kini mulai memadati areal depan Istana Negara. Orator dari Partai Bulan Bintang (PBB), Syarifien Maloko, menyerukan bahwa kenaikan BBM ini akan menyengsarakan rakyat dan tidak membawa dampak baik bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Dengan demikian, tidak ada gunanya kenaikan BBM yang diwacanakan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono ini.

"Esensi kami berunjuk rasa kali ini karena kami pro pada keadilan dan pro rakyat, karena masyarakat sudah cukup menderita," kata Syarifien, di depan Istana Negara, Jakarta, Selasa (27/3/2012).

Ia mendesak agar pemerintah segera mencabut rencana kenaikan harga BBM yang akan dilakukan pada 1 April mendatang. Sebab, hingga saat ini saja, harga-harga kebutuhan pokok sudah meningkat pesat sehingga jika kenaikan BBM benar terjadi maka ditakutkan harga-harga kebutuhan pokok akan semakin melambung.

"Semoga Pak SBY dan Pak Boediono masih punya hati dan masih punya telinga untuk mendengar masyarakatnya agar tidak menaikkan harga BBM," ujar Syarifien.

Saat ini, kondisi lalu lintas di sekitar Istana sedikit terganggu. Para pengunjuk rasa memadati jalan dari depan kantor Radio Republik Indonesia (RRI) di Jalan Medan Merdeka Barat hingga depan Istana Negara. Ribuan petugas kepolisian dengan berseragam lengkap juga berjaga di belakang pagar kawat berduri yang dipasang di depan Istana Negara.


Penulis: Riana Afifah
Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo