Senin, 28 Juli 2014

News / Regional

Mahasiswa Bangkalan Tak Digubris Bupati

Rabu, 28 Maret 2012 | 20:29 WIB

Berita terkait

BANGKALAN, KOMPAS.com - Ketua DPRD Bangkalan, Jawa Timur, Ali Wahdin, Rabu (28/03/2012) bersama ratusan mahasiswa dari Universitas Trunojoyo Bangkalan, menggelar unjuk rasa penolakan terhadap rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Aksi itu berlangsung setelah mahasiswa menduduki kantor DPRD Bangkalan, dan mendesak anggotanya ikut bersama-sama menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM ke Kantor Pemkab Bangkalan.

Massa berjalan kaki dari kantor DPRD ke Kantor Bupati Bangkalan. Di tengah perjalanan, mahasiswa membagi-bagikan selebaran berisi ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama menolak rencana pemerintah yang akan diumumkan pada 1 April mendatang.

Setelah sampai di depan kantor Bupati Bangkalan, Mahmud, koordinator aksi meminta Bupati Fuad Amin keluar dari ruang kerjanya dan menyampaikan secara langsung kepada mahasiswa untuk menolak kenaikan harga BBM.

"Bupati yang terhormat! Kami minta bapak menyampaikan dukungannya terhadap rencana busuk pemerintah untuk menaikkan harga BBM," ungkap Mahmud.

Ungkapan itu nampaknya tidak sampai di telinga Bupati. Sebab setelah 30 menit mahasiswa berorasi, pria nomor satu di Bangkalan ini tak juga nongol menemui mahasiswa.

Setalah lama tidak ada jawaban, mahasiswa mulai gerah dan mulai mendorong pintu masuk kantor Bupati Bangkalan. "Izinkan kami masuk bertemu langsung dengan Bupati," seru ratusan mahasiswa.

Namun, Polisi tetap melarang mahasiswa untuk masuk Kantor Bupati. Sehingga aksi dorong Polisi dan mahasiswa tidak terhindari.

Kericuhan semakin memanas setalah mahasiswa hendak menurunkan bendera merah putih di depan kator Bupati. Sehingga mahasiswa diseret untuk keluar halaman kantor.

Kapolres Bangkalan, AKBP Endar Priantoro saat memberikan himbauan agar tidak terjadi kericuhan, tidak didengarkan mahasiswa. Aksi kemudian berakhir dengan kekecewaan dari mahasiswa.

Mahmud mengaku sangat kesal dengan sikap Bupati Bangkalan yang tidak menemui mahasiswa. Massa pun kemudian membubarkan diri dengan tertib. Ratusan anggota Polres Bangkalan, tetap mengawal massa sampai betul-betul massa pulang semua.


Penulis: Taufiqurrahman
Editor : Tri Wahono